BUMN Logistik Masuk PT Pos, Pengamat: Sinergi jadi Tantangan

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Toto Pranoto menyoroti tantangan sinergi dalam rencana konsolidasi BUMN logistik ke dalam PT Pos Indonesia (Persero). 

Toto memandang saat ini sinergi antarBUMN yang ada di kelompok logistik kurang terlihat signifikan dalam konteks peningkatan daya saing logistik Indonesia. 

“Jadi kalau ide ini dihidupkan kembali, maka yang penting adalah bagaimana eksekusi terkait maksimalisasi value creation melalui sinergi BUMN logistik dapat dijalankan efektif,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (30/1/2026). 

Menurutnya, dari sekian banyak perusahaan pelat merah di bidang logistik, terdapat kemungkinan sinergi antarperusahaan tidak efektif karena fokus pada agenda masing-masing instansi. 

Untuk itu, Toto meminta kepada Danantara untuk memikirkan hal ini agar berdampak positif pada daya saing logistik Indonesia. 

“Maka langkah Post Merger Integration menjadi kata kunci,” tambahnya. 

Baca Juga

  • Mengenal BUMN Logistik yang Bakal Konsolidasi ke PT Pos
  • Sinyal Positif Hasil Nego Tarif AS untuk Komoditas Ekspor RI
  • Tunjukkan Sinyal Positif ke Pasar jadi Alasan RAJA Siapkan Buyback Saham

Dirinya menekankan harus ada kesamaan visi dari BUMN yang bergabung, menyepakati standard bisnis yang akan dijalankan, serta penguatan aspek spesialisasi sehingga tidak terjadi duplikasi bisnis. 

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan bahwa konsolidasi ini dilakukan dengan alasan mayoritas perusahaan logistik tersebut tak memiliki model bisnis yang berkelanjutan. 

Bahkan, dari 21 entitas logistik yang ada—mencakup BUMN induk hingga anak usaha—sebanyak 20 perusahaan di antaranya mencatatkan kerugian. Kegagalan performa ini disebabkan ketidakmampuan perusahaan dalam mengidentifikasi posisi bisnis mereka secara spesifik, baik di segmen first mile, middle mile, maupun last mile. 

Mengacu laman resmi BUMN, terdapat delapan perusahaan induk logistik. Mulai dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Perum DAMRI, PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, dan PT Varuna Tirta Prakasya (Persero).

Kemudian PT Pos Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, dan PT ASDP Ferry Indonesia (Persero)

“Tahun ini kami akan mengonsolidasi seluruh perusahaan logistik kita di bawah satu perusahaan. Kita punya yang menjadi anchor-nya yaitu PT Pos,” ujar Dony dalam diskusi di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Senior Director Business Performance & Assets Optimization Danantara Indonesia Bhimo Aryanto mengatakan bahwa Danantara Indonesia sedang mempercepat proses konsolidasi bisnis perusahaan-perusahaan BUMN dari yang awalnya ditargetkan selesai pada 2027, dipercepat dengan target selesai pada 2026. 

Bhimo memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah berlangsungnya proses konsolidasi bisnis (merger) perusahaan pelat merah tersebut. 

“Tahapan-tahapan itu, sebenarnya dari 1.067 kita mau squeeze efisienkan menjadi sekitar 250-an [perusahaan], dengan catatan tidak boleh ada lay-off begitu,” tuturnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPJS Kesehatan: Info ASN guru bayar iuran dari tunjangan tidak benar
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Geger Tawuran Antar Kelompok di Bekasi Kota, Satu Korban Tewas Akibat Luka di Paha dan Pinggang
• 6 jam laludisway.id
thumb
Dari Siswa Jadi Mahasiswa: Adaptasi yang Tidak Banyak Dibicarakan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
4 Fenomena Astronomi Februari 2026, Ada Gerhana Matahari Cincin hingga Hujan Meteor
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Mediasi Ketiga Gagal, Kuasa Hukum Ressa Rizky Rossano Spill Agenda Sidang Denada Selanjutnya
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.