Teheran: Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memberikan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait meningkatnya ketegangan militer di kawasan. Ghalibaf menegaskan bahwa meskipun AS memiliki kekuatan untuk memicu peperangan, Washington tidak akan mampu mengendalikan bagaimana konflik tersebut berakhir.
Dalam wawancara dengan CNN, Rabu, 28 Januari, Ghalibaf mengatakan bahwa Iran tetap terbuka untuk jalur negosiasi, namun dengan syarat perundingan tersebut dilakukan secara tulus dan tidak di bawah paksaan militer.
"Kami siap untuk bernegosiasi, tetapi kami tidak percaya bahwa dialog semacam inilah yang sedang dicari oleh Presiden AS," ujarnya, seperti dikutip Anadolu, Jumat, 30 Januari 2026.
Baca Juga :
Trump Berharap Konflik dengan Iran Tak Berujung Aksi Militer"Selama kepentingan ekonomi rakyat kami tidak terjamin, tidak akan ada negosiasi. Kami tidak menganggap pendiktean sebagai sebuah negosiasi," tegas Ghalibaf. Ia juga menambahkan bahwa perundingan yang dilakukan di bawah bayang-bayang ancaman perang justru hanya akan memicu ketegangan yang lebih luas.
Merespons ambisi politik Trump, Ghalibaf menyarankan agar Presiden AS tersebut menjauhkan diri dari para penghasut perang jika ingin meraih penghargaan Nobel Perdamaian. Pernyataan ini muncul setelah Trump mengeklaim telah mengerahkan armada besar ke arah Iran dan mendesak Teheran untuk segera datang ke meja perundingan.
Otoritas Iran menganggap langkah AS tersebut sebagai upaya intervensi asing di tengah krisis domestik Iran. Sejak akhir Desember lalu, Iran diguncang gelombang protes akibat depresiasi mata uang rial dan memburuknya kondisi ekonomi. Teheran menuduh AS dan Israel mendukung perusuh bersenjata guna menciptakan alasan bagi intervensi militer.
Sebagai penutup, pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan yang dilancarkan oleh militer AS akan memicu respons yang cepat dan menyeluruh dari pihak Teheran. Meskipun demikian, mereka tetap menekankan bahwa pintu diplomasi belum tertutup sepenuhnya, asalkan dilakukan atas dasar kesetaraan dan tanpa tekanan koersif.
(Kelvin Yurcel)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487984/original/018202700_1769689375-Persik_Kediri_Vs_Bali_United.jpg__1_.jpeg)
