JAKARTA, KOMPAS.com - Rizky Nirwandi Putra, dokter yang memeriksa kondisi Lula Lahfah saat ditemukan meninggal dunia, menyebut kematian Lula disebabkan oleh henti jantung.
Saat menemukan Lula tergeletak di kamar apartemennya, Rizky langsung memeriksa denyut nadi, denyut jantung, pergerakan dinding napas, dan alat vital lainnya, serta mengukur tensi dan suhu.
“Pada saat itu saya tidak berhasil meraba nadi dan tidak melihat pergerakan dinding dadanya. Dan telah ada tanda-tanda pasti kematian pada saat saya melakukan pemeriksaan. Saya menyimpulkan bahwa almarhum LL telah tiada pada sekitar pukul 19.20 WIB,” jelas Rizky di dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Kematian Lula Lahfah Terungkap Berawal dari Kecurigaan ART: Tak Terlihat Olahraga Pagi
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah mengatakan, Lula meninggal karena kehabisan napas.
“Keterangan dari Rumah Sakit Fatmawati bahwa kondisi saudari LL ini meninggal dunia dengan kehabisan napas dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan,” kata Iskandar dalam kesempatan yang sama.
Lebih lanjut, Iskandar menjelaskan bahwa tidak ada tindakan melawan hukum yang ditemukan pada Lula sebelum meninggal dunia.
Hal ini diketahui berdasarkan barang bukti di lokasi dan hasil pemeriksaan yang didukung pernyataan saksi-saksi dan keluarga.
“Kami sudah mengecek seluruh bukti-bukti yang ada dan keterangan saksi dalam waktu singkat. Di situ kami lihat tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun upaya melawan hukum,” jelas Iskandar.
Namun, belum ada pihak yang dapat menjelaskan apa yang menyebabkan Lula mengalami henti napas saat itu.
Baca juga: Fakta Baru Kematian Lula Lahfah: Ada Bercak Darah pada Seprai dan Tisu di Apartemen
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penjelasan lebih lanjut seharusnya disampaikan pihak RS Fatmawati berdasarkan hasil visum luar. Namun, perwakilan rumah sakit tidak hadir dalam konferensi pers tersebut.
Selain itu, polisi tidak dapat melakukan autopsi lebih lanjut karena pihak keluarga menolak tindakan tersebut.
“Kami tidak bisa menjelaskan itu. Harusnya tadi dari rumah sakit, tapi tidak hadir,” kata Budi setelah konferensi pers.
Sebelumnya, Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence, Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) sore lalu.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih menjelaskan, petugas keamanan apartemen menerima laporan kondisi korban sekitar pukul 18.44 WIB.
Saat polisi mengecek lokasi, Lula ditemukan tergeletak di atas kasur.
Baca juga: Kronologi Lula Lahfah Ditemukan Meninggal di Apartemen, Reza Arap Tiba Pukul 19.21
"Ditemukan dalam posisi tidur telentang berselimut dengan menggunakan kaus putih dan celana pendek warna hitam," ucap Murodih dalam keterangan resminya, Sabtu (24/1/2026).
Di lokasi kejadian, polisi dilaporkan mengamankan sejumlah barang bukti obat-obatan dari penyakit yang diidap Lula.
“Ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI," kata Murodih.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



