Trump Siap Lanjutkan Perundingan dengan Iran, Tapi Ingatkan Soal Kekuatan Militer

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa ia telah melakukan pembicaraan dengan Iran dan berencana melanjutkan dialog tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Dalam pernyataannya kepada wartawan di Kennedy Center, Trump mengatakan, "Saya telah melakukan pembicaraan dengan Iran dalam beberapa hari terakhir, dan saya berencana melanjutkannya," ungkapnya.

Meski membuka peluang diplomasi, Trump tetap menegaskan kekuatan militer AS yang tengah bergerak ke arah Iran.

"Banyak kapal yang sangat besar dan sangat kuat tengah berlayar menuju Iran. Akan sangat baik jika kita tidak perlu menggunakannya," ia menegaskan.

Pesan Tegas AS kepada Iran

Trump mengungkapkan bahwa ia menyampaikan dua pesan utama kepada Iran, yaitu bahwa negara tersebut tidak boleh memiliki senjata nuklir dan harus menghentikan pembunuhan terhadap para demonstran.

Pernyataan itu muncul seiring peningkatan ketegangan antara AS dan Iran, termasuk pengiriman kekuatan militer Amerika ke wilayah Timur Tengah.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth turut menegaskan bahwa semua opsi tetap terbuka untuk mencegah Iran mengembangkan kemampuan nuklir, namun diplomasi tetap menjadi jalur utama.

"Ketika Presiden Trump mengatakan Iran tidak akan memiliki senjata nuklir, itu adalah pernyataan yang sungguh-sungguh dan ditopang oleh kekuatan militer AS yang siap," ujar Hegseth.

Pentagon Siap Jalankan Arahan Presiden

Hegseth menyebut bahwa kesiapan militer AS meliputi pengiriman pesawat pengebom B-2 ke berbagai bagian dunia, serta penerapan kebijakan keras terhadap perdagangan narkotika dan pengamanan perbatasan.

Pendekatan serupa diterapkan terhadap Iran untuk memastikan semua opsi tersedia agar Teheran bersedia mencapai kesepakatan dan tidak mengejar kemampuan nuklir.

Pentagon, menurut Hegseth, siap menjalankan setiap arahan dari Trump.

"Kami akan siap memberikan apa pun yang diharapkan presiden dari Departemen Perang, seperti yang kami lakukan bulan ini," ujarnya, merujuk pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS pada 3 Januari.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia Terbongkar, 11 ABK Diperiksa di Polda Kepri
• 21 jam lalupantau.com
thumb
BPOM tegaskan permintaan pembayaran PNBP via WA adalah penipuan
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Petinggi OJK-BEI Mundur Berjamaah, Ekonom: Seperti Ada Tekanan dari Eksekutif
• 10 menit lalukatadata.co.id
thumb
Airlangga Minta OJK dan BEI Segera Terbitkan Aturan Naikkan Free Float Jadi 15 Persen
• 11 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.