Mayora Group melalui brand Le Minerale dan Teh Pucuk Harum menyalurkan bantuan fasilitas air bersih bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.
Bantuan tersebut diwujudkan dalam pembangunan 10 sumur yang tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes), mulai dari rumah sakit hingga puskesmas.
Head of Industrial Relations & General Affairs Mayora Group Victor Agustinus Tarigan mengatakan program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pelayanan kesehatan.
"Tujuan utama program bantuan fasilitas air bersih ini adalah untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas penting di lokasi penerima manfaat, khususnya pelayanan kesehatan," kata Victor, dikutip dari 20detik, Jumat (30/1/2026).
Victor menjelaskan sumur dipilih sebagai bentuk bantuan karena pascabencana banyak sumber air warga yang rusak atau tercemar. Menurutnya, sumur menjadi solusi yang lebih berkelanjutan dan mampu menyediakan air bersih dalam jangka panjang.
"Total bantuan sumur yang diberikan sebanyak 10 titik, yang tersebar di fasilitas kesehatan seperti RSUD, HEOC (Health Emergency Operation Center), Kantor Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta Puskesmas Pembantu," jelas Victor.
Dalam kesempatan tersebut, Victor juga mengungkapkan alasan Mayora Group memilih faskes seperti rumah sakit dan puskesmas sebagai lokasi utama. Faskes, kata Victor, merupakan pusat layanan vital yang harus tetap beroperasi optimal, terutama setelah bencana.
"Ketersediaan air bersih di fasilitas kesehatan sangat krusial untuk mendukung pelayanan medis, menjaga kebersihan, dan mencegah penyebaran penyakit," ujar Victor.
Dalam program ini, Mayora Group bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pengelola lokal, termasuk rumah sakit, puskesmas, dan dinas kesehatan setempat. Mayora Group bersama Le Minerale dan Teh Pucuk Harum menegaskan upayanya dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Ke depannya, fasilitas air bersih yang dibangun akan dikelola dan dirawat oleh mitra lokal dan unit pelayanan kesehatan setempat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat yang membutuhkan.
"Harapan kami, program bantuan air bersih ini dapat benar-benar membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, terutama akses terhadap air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan dalam jangka panjang," kata Victor.
Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Herman, mengungkapkan kondisi sulit yang sempat dialami warga dalam mendapatkan air bersih setelah bencana. Hal ini ia alami pada beberapa minggu pascabencana.
Herman mengatakan kebutuhan air bersih sempat terpenuhi melalui bantuan mobil tangki. Namun, jumlahnya terbatas dan hanya bersifat sementara.
"Kita dapat kiriman beberapa mobil tangki. Beberapa minggu kita sempat terbantu oleh itu," kata Herman.
Kini, dengan adanya sumur di faskes, kondisinya mulai membaik. Air bersih sudah bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
"Tapi sekarang kita sudah ada dari Mayora sudah menyediakan sumur yang menghasilkan air yang lumayan lah, bersih. Bisa kita pakai untuk cuci pakaian dan membersihkan, terutama untuk membersihkan rumah," pungkasnya.
(anl/ega)




