Tiga Pejabat Tinggi OJK Mundur, Sektor Pasar Modal Masuk Fase Transisi

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi pengunduran diri sejumlah pejabat puncaknya.

Mahendra Siregar Ketua Dewan Komisioner OJK dan Inarno Djajadi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) resmi menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya.

Tak hanya itu, pengunduran diri juga disampaikan I.B. Aditya Jayaantara, Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK).

Mahendra Siregar menyatakan bahwa pengunduran dirinya bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan.

Langkah mundurnya tiga pejabat strategis itu, menandai fase transisi penting di tubuh OJK, khususnya pada sektor pasar modal dan pengawasan instrumen keuangan derivatif serta bursa karbon.

Berikut profil Mahendra Siregar Ketua Dewan Komisioner OJK dan Inarno Djajadi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK).

Mahendra Siregar

Mengucapkan sumpah dan dilantik menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan di Mahkamah Agung pada tanggal 20 Juli 2022.

Mahendra menjabat Wakil Menteri Luar Negeri sejak 25 Oktober 2019 sampai 19 Juli 2022. Sebelumnya dia menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (2019), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (2013-2014), Wakil Menteri Keuangan (2011-2013), dan Wakil Menteri Perdagangan (2009-2011).

Selain mengemban tugas pada institusi pemerintah, Mahendra juga pernah memegang berbagai jabatan komisaris di korporasi dan organisasi internasional.

Mahendra memperoleh gelar Master of Economics dari Monash University, Melbourne pada tahun 1991 dan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia di tahun 1986.

Inarno Djajadi 

Lahir di Yogyakarta, 31 Desember 1962. Menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1981. Beliau memulai karier di bidang pasar modal sejak tahun 1989.

Inarno menjabat sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RUPS pada tanggal 29 Juni 2018. Sebelumnya Inarno menjabat sebagai Treasury Officer di PT Aspac Uppindo Sekuritas (1989-1991), Direktur PT Aspac Uppindo Sekuritas (1991-1997), Direktur PT Mitra Duta Sekuritas (1997-1999), Direktur PT Widari Sekuritas (1999), dan Direktur Utama PT Madani Sekuritas (2000-2003).

Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama, Komisaris serta Komisaris Utama PT KPEI (2003-2009, 2010-2013, dan 2013-2016), Komisaris Utama PT Maybank Kim Eng Securities (2013-2014), Komisaris Utama PT CIMB Niaga Sekuritas (2014-2017), serta Komisaris BEI tahun 2017-2018.

Inarno juga memiliki pengalaman di berbagai organisasi sepanjang karirnya, termasuk sebagai anggota Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) (1992-1994), anggota Dewan Pengawas Profesi Pasar Modal Indonesia (2017-2020), dan saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Jakarta Raya (ISEI Jaya) sejak 2020.(ant/ris/iss)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
7 Hari Kematian Lula Lahfah, Makam Sang Selebgram Masih Dikunjungi Sahabat dan Banyak Bunga
• 49 menit lalugrid.id
thumb
Permintaan Global Naik, HPE Tembaga Dan Emas Februari Meningkat
• 1 jam lalunarasi.tv
thumb
Jerman Tolak Percepatan Masuknya Ukraina ke Uni Eropa
• 14 jam laluidntimes.com
thumb
Kronologi Penjual Es Gabus Difitnah di Kemayoran, Berujung Sanksi Berat bagi Babinsa
• 49 menit lalugrid.id
thumb
Dokter Sebut Kematian Lula Lahfah karena Henti Jantung
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.