Pemerintah mendukung PT Hutama Karya (HK) Persero untuk melanjutkan pembangunan tol Jambi - Rengat, Riau yang direncanakan pembangunannya sepanjang 198,13 KM pada program rencana Tahap II.
“Ruas tol Jambi-Rengat dinilai penting memperkuat keterhubungan Jambi dengan wilayah Riau untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II,” kata Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, dalam keterangan resminya Jumat (30/1).
Pada koridor ini, Hutama Karya menggarap Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,70 KM sekaligus merencanakan pembangunan Ruas Tol Jambi–Rengat, yang diharapkan memperlancar mobilitas orang dan barang, memperkuat keterhubungan antarprovinsi, serta mendorong aktivitas ekonomi antarkawasan di wilayah Jambi, Sumatra Selatan, hingga Riau.
Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi saat ini berada pada beberapa tahapan, mulai dari segmen yang sudah beroperasi hingga pekerjaan konstruksi yang masih berjalan. Segmen Bayung Lencir–Tempino sepanjang 34,10 KM dan segmen Tempino–Ness sepanjang 18,49 KM telah beroperasi dan masih melayani pengguna jalan tanpa tarif.
Sementara itu, pekerjaan konstruksi yang tengah berlangsung mencakup 118,14 KM, terdiri atas Seksi 1 (Betung–Tungkal Jaya) sepanjang 62,38 KM dan Seksi 2 (Tungkal Jaya–Bayung Lencir) sepanjang 55,76 KM.
“Pembangunan koridor ini kami dorong agar konektivitas antardaerah semakin kuat, arus logistik lebih efisien, serta manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat dan pelaku usaha,” kata Mardiansyah.
Berdasarkan data progres lahan dan konstruksi, Seksi 1A mencatat pembebasan lahan 48,32% dan progres konstruksi 57,64 persen dengan target penyelesaian Kuartal I 2027.
Seksi 1B mencapai pembebasan lahan 41,14 persen dan progres konstruksi 13,39 persen dengan target penyelesaian Kuartal I 2027, pada Seksi 2, Seksi 2A mencatat pembebasan lahan 28,45 persen dan progres konstruksi 22,03 persen dengan target penyelesaian Kuartal IV 2027, sedangkan Seksi 2B mencapai pembebasan lahan 40,48 persen dan progres konstruksi 22,37 persen dengan target penyelesaian Kuartal IV 2027.
Perkembangan kedua proyek ini turut didukung melalui agenda kunjungan kerja pada Kamis (29/1) ke Gerbang Tol (GT) Pijoan, Tol Betung-Jambi dalam rangka peninjauan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Provinsi Jambi.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan agar pelaksanaan pembangunan selaras dengan kebutuhan konektivitas wilayah dan kelancaran distribusi logistik.
Pada kunjungan tersebut turut hadir anggota dewan Komisi V DPR RI, di antaranya A. Bakri, Edi Purwanto, Yasti Soepredjo Mokoagow, Sriyanto Saputro, Supriyanto, Mori Hanafi, Syarief Abdullah Alkadrie, serta Fauzia Helga Tampubolon.
Kemudian juga turut mendampingi Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dedy Gunawan, Direktur Human Capital dan Legal Hutama Karya Muhammad Fauzan, EVP Divisi Perencanaan Jalan Tol Iwan Hermawan, Perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi, serta jajaran pejabat lainnya.
Sebagai kelanjutan koridor ini, Hutama Karya juga menyiapkan rencana pembangunan Ruas Tol Jambi–Rengat sepanjang 198,13 km (program rencana Tahap II).
Ruas lanjutan ini dinilai penting untuk memperkuat keterhubungan Jambi dengan wilayah Riau dan kawasan-kawasan produktif di sekitarnya, termasuk pusat aktivitas ekonomi seperti kawasan industri di sekitar Sungai Enok yang berkembang pada sektor kelapa sawit dan perikanan.
Penguatan konektivitas juga berpotensi membuka akses yang lebih andal menuju destinasi strategis dan bernilai sejarah maupun konservasi, seperti Kompleks Candi Muaro Jambi, Taman Nasional Kerinci Seblat, serta kawasan Taman Nasional Berbak dan Bukit Tigapuluh.
Keberlanjutan koneksi hingga Jambi–Rengat juga diperlukan untuk menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi barang antardaerah yang selama ini masih kerap terkendala oleh keterbatasan kualitas dan kapasitas jaringan jalan eksisting.
“Melalui pengembangan JTTS yang berkelanjutan, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan layanan infrastruktur yang semakin andal dan terkoneksi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta mendukung daya saing ekonomi wilayah,” kata Mardiansyah.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881185/original/077892200_1719911410-20240702-Banjir_Kebon_Pala-MER_1.jpg)


