Hasil Pemeriksaan Polisi soal Isi Tabung Whip Pink di Kamar Lula Lahfah

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah tabung berwarna pink ditemukan di kamar selebgram Lula Lahfah (26) di Apartemen Essence, kawasan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hasil pemeriksaan polisi, tabung itu berisi gas nitrous oxide (N2O).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah mengatakan, tabung pink termasuk sejumlah barang bukti yang dikirim ke Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk diuji. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kandungan serta keterkaitannya dengan kematian korban.

Advertisement

BACA JUGA: Kasus Lula Lahfah Meninggal Dunia, Polisi Ungkap Hasil Pendalaman Terkait Jenazah Sang Selebgram

"Di sini kita lihat, salah satunya adalah tabung pink. Nah, tabung pink ini yang akan menjadi banyak polemik di masyarakat, 'Apa isi kandungan tabung pink itu?'. Nanti dari pihak Laboratorium Forensik yang akan menjelaskan lebih lanjut apa isi kandungan dari tabung pink tersebut," ujar dia, kepada wattawan, Jumat (30/1/2026).

Sementara itu, Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Baresktim Polri, Azhar Darlan menjelaskan, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri menerima sejumlah barang bukti dari penyidik, antara lain spray dan tisu berbercak darah, kotak obat warna pink, tabung gas ukuran 2.050 gram, serta sampel darah ayah korban sebagai pembanding DNA.

"Dapat kami jelaskan bahwa dalam pemeriksaan DNA di Pusat Laboratorium Forensik, kami melakukan beberapa tahapan pengujian yang dapat kami sebutkan sebagai berikut. Pertama, kami menguji apakah itu benar bercak darah atau bukan, atau adanya material biologi lain yang ada pada barang bukti," ujar dia

Hasil uji DNA menyimpulkan bercak darah dan DNA sentuhan pada barang bukti identik dengan profil Lula Lahfah.

"Kesimpulannya bahwa bercak darah yang ada pada spray, bercak darah yang ada pada kapas dan tisu, dan touch DNA atau DNA sentuhan profilnya itu adalah milik saudara LL. Dan saudara LL ini adalah anak biologis daripada saudara Muhammad Feros," ucap dia.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Kebut Pembangunan Huntap di Wilayah Bencana, Rampung 21 April
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Soal Kasus Hogi Minaya, Kapolda DIY Sebut Sudah 25 Kali Sosialisasi KUHP Baru
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Ammar Zoni Peluk Dokter Kamelia yang Menangis dan Keluhkan Lelah
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Rusdi Masse, PSM Makassar, dan Gocek Politik “Bursa Transfer Pemain”
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Kolaborasi Media Asing: Peluang Jurnalisme atau Jalan Pintas Etika?
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.