JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga penyelidikan terhadap tewasnya Lula Lahfah dihentikan, polisi masih belum dapat memastikan penyebab influencer itu mengalami henti napas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan hanya dokter dari rumah sakit yang memeriksa kondisi tubuh luar Lula yang dapat menyampaikan hal tersebut, yaitu Rumah Sakit Fatmawati.
“Kami tidak bisa menjelaskan itu. Harusnya tadi dari rumah sakit, tapi tidak hadir,” kata Budi setelah konferensi pers.
Baca juga: Puslabfor Ungkap Asal Usul Darah pada Seprai dan Tisu di Kamar Lula Lahfah
Sebelumnya, Lula sempat dirawat dan dioperasi beberapa kali di Rumah Sakit Pondok Indah.
Namun, polisi belum bisa memastikan juga apakah riwayat penyakit ini berkaitan dengan kematian Lula.
Tidak ada perwakilan baik dari RS Fatmawati dan RSPI yang hadir dalam konferensi pers ini.
“Makanya tadi itu harusnya ada dokter Rumah Sakit Pondok Indah kan, yang menjelaskan tentang riwayat rekam medis,” kata Budi.
Sementara itu, dokter yang dipanggil oleh asisten pribadi Lula atas permintaan Reza Arap, Rizky Nirwandi Putra yang terdaftar sebagai klinik asal Depok, menyatakan Lula tewas setelah tak ditemukan denyut jantungnya lagi.
Ia memeriksa mulai dari denyut nadi, denyut jantung, pergerakan dinding napas, ukur tensi, ukur suhu, dan pemeriksaan alat vital lainnya.
Dalam surat keterangan kematian yang dikeluarkan Mardiyah Medical Clinic itu, Lula dinyatakan meninggal akibat henti jantung.
Baca juga: Polisi Bantah Lula Lahfah Meninggal karena Overdosis Obat
“Pada saat itu saya tidak berhasil meraba nadi dan tidak melihat pergerakan dinding dadanya. Dan telah ada tanda-tanda pasti kematian pada saat saya melakukan pemeriksaan. Saya menyimpulkan bahwa almarhum LL telah tiada pada sekitar pukul 19.20 WIB,” jelas Rizky di kesempatan yang sama.
Sebelumnya, Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence, Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026) sore.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih menjelaskan, petugas keamanan apartemen menerima laporan kondisi korban sekitar pukul 18.44 WIB.
Saat polisi mengecek lokasi, Lula ditemukan tergeletak di atas kasur.
"Ditemukan dalam posisi tidur telentang berselimut dengan menggunakan kaus putih dan celana pendek warna hitam," ucap Murodih dalam keterangan resminya, Sabtu (24/1/2026).
Di lokasi kejadian, polisi dilaporkan mengamankan sejumlah barang bukti obat-obatan dari penyakit yang diidap Lula.
“Ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI," kata Murodih.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

