Banyak orang menganggap cuaca sekadar hujan atau panas, padahal di balik itu terdapat sistem raksasa yang bekerja tanpa henti. Sistem ini berfungsi layaknya mesin yang tak terlihat, digerakkan oleh energi Matahari dan dipacu oleh perbedaan tekanan udara. Dari proses inilah angin bertiup, awan terbentuk, dan hujan turun ke permukaan. Dengan kata lain, cuaca bukanlah peristiwa acak, melainkan hasil dari mekanisme fisik yang sangat teratur.
Ketika sinar Matahari mengenai suatu wilayah, permukaan dan lapisan udara di atasnya mengalami pemanasan. Udara yang memanas akan mengembang, densitasnya menurun, dan bergerak naik. Kondisi ini menyebabkan tekanan udara di dekat permukaan menjadi lebih rendah. Sebaliknya, wilayah lain yang tidak menerima panas sebesar daerah sebelumnya tetap lebih dingin, densitas udaranya lebih besar, dan bertekanan lebih tinggi.
Pemanasan → perbedaan suhu → perbedaan tekanan
Perbedaan tekanan inilah yang menjadi penggerak utama atmosfer. Udara dari daerah bertekanan tinggi akan mengalir menuju daerah bertekanan rendah, menghasilkan angin yang bertiup di permukaan. Namun, tidak hanya gerakan horizontal yang terjadi. Di daerah bertekanan rendah juga terjadi konvergensi udara dari permukaan yang berkumpul dan bergerak naik, sedangkan di daerah bertekanan tinggi terjadi divergensi akibat udara yang turun dari atas.
Ketika udara lembap bergerak naik di wilayah bertekanan rendah, ia mengalami pendinginan. Uap air kemudian mengalami kondensasi hingga terbentuk awan. Jika proses ini berlangsung terus-menerus hingga tetes-tetes air cukup berat, hujan pun turun. Menariknya, hujan tidak selalu terjadi di tempat yang menjadi sumber pemanasannya sendiri. Udara dapat membawa uap air dan awan ke wilayah lain sehingga hujan bisa jatuh di daerah yang tidak mengalami pemanasan tadi.
Pada intinya, Matahari adalah “bahan bakar utama” sistem cuaca Bumi. Rantai prosesnya dapat diringkas sebagai:
pemanasan Matahari → perbedaan suhu → perbedaan tekanan → angin → pembentukan awan → hujan
Tanpa perbedaan tekanan, udara tidak akan bergerak, angin tidak akan terbentuk, dan siklus hidrologi akan terhenti. Atmosfer hanya akan menjadi lapisan gas yang statis dan cuaca dalam bentuk apa pun tidak akan muncul.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3126990/original/086187000_1589361100-TKA_asal_China_yang_kedapatan_pulang_kampung_melalui_Bandara_Sultan_Babullah__di_Akehuda__Ternate_Utara__Rabu_13_Mei_2020.__Hairil_Hiar_.jpeg)