Penulis: M. Ilham Ari Putra
TVRINews, Tanjungpinang
Sekolah Rakyat Tanjungpinang terus memfokuskan penguatan literasi berbasis pengalaman sebagai upaya membentuk kemampuan belajar yang konsisten dan menyiapkan siswa agar berdaya setelah lulus. Program ini menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pendidikan, khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga miskin ekstrem.
Wakil Kepala Sekolah Rakyat Tanjungpinang Bidang Kurikulum, Nabilah Zatil Afifah, mengatakan literasi di Sekolah Rakyat tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai proses memahami informasi, membangun kepercayaan diri, serta melatih pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
"Salah satu tujuan utama Sekolah Rakyat adalah memastikan siswa berdaya setelah lulus. Oleh karena itu, program literasi tidak berhenti pada membaca dan menulis, tetapi dikaitkan langsung dengan kehidupan nyata," ujar Nabilah, Jumat, 30 Januari 2026.
Salah satu bentuk nyata penguatan literasi tersebut adalah pelaksanaan kegiatan literasi pagi yang berlangsung setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 07.40 WIB. Kegiatan ini diikuti seluruh jenjang, dengan fokus utama pada siswa sekolah dasar kelas rendah, yakni kelas satu hingga tiga. Dalam kegiatan ini, setiap siswa didampingi oleh seorang guru secara intensif.
"Pendampingan dilakukan agar anak tidak hanya bisa membaca, tetapi juga memahami isi bacaan dan merasa aman serta nyaman dalam proses belajarnya," jelasnya.
Hasil pemantauan sekolah menunjukkan sebagian besar siswa kelas rendah telah memiliki kemampuan dan kebiasaan membaca. Untuk memperkuat hal tersebut, sekolah menerapkan program terstruktur dengan catatan progres sebagai bahan evaluasi guru.
Hubungan antara guru dan siswa pun semakin erat, bahkan di luar jam belajar formal, guru masih menyediakan waktu tambahan untuk membaca bersama pada sore hari.
Selain itu, program literasi di Sekolah Rakyat Tanjungpinang juga dikaitkan dengan kegiatan kewirausahaan. Siswa dimotivasi mempelajari kewirausahaan berbasis digital dan menerapkannya langsung di lapangan.
"Literasi kami hubungkan dengan kewirausahaan, agar anak-anak memiliki keterampilan hidup yang nyata dan siap menghadapi tantangan setelah lulus," ucapnya.
Program tersebut dilaksanakan sebagai kegiatan ko-kurikuler di luar jam belajar resmi, bekerja sama dengan wali asrama. Khusus bagi siswa jenjang SMA, kegiatan kewirausahaan dilakukan melalui budidaya ikan nila yang menjadi media belajar sekaligus sarana membangun tanggung jawab dan kepercayaan diri.
"Kegiatan ini bukan sekadar praktik, tetapi menjadi proses pembentukan karakter, kemandirian, dan kepercayaan diri siswa," pungkasnya.
Melalui pengembangan literasi berbasis pengalaman ini, Sekolah Rakyat Tanjungpinang berharap mampu menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari para pelajar.
Editor: Redaktur TVRINews


/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F09%2F04%2F2270244f-b363-48e8-aef0-0149f5a3b0ea_jpg.jpg)
