Trump ancam kenaikan tarif bagi negara yang jual Minyak ke Kuba

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
New York City (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (29/1) menandatangani sebuah perintah eksekutif yang mengancam akan mengenakan tarif pada negara-negara yang menjual minyak ke Kuba.

"Mulai tanggal berlakunya perintah ini, tarif bea masuk ad valorem tambahan dapat dikenakan pada barang-barang yang diimpor ke AS yang merupakan produk dari negara lain yang secara langsung atau tidak langsung menjual atau menyediakan minyak apa pun ke Kuba," menurut perintah tersebut.

Perintah itu, yang mulai berlaku pada 30 Januari pukul 00.01 Eastern Time (12.01 WIB), mendefinisikan "minyak" sebagai minyak mentah atau produk minyak bumi.

Perintah tersebut memberi wewenang kepada menteri perdagangan (mendag) AS untuk menentukan apakah suatu negara asing menjual atau menyediakan minyak ke Kuba, serta untuk mengeluarkan peraturan yang diperlukan guna menegakkan perintah eksekutif itu.

Menteri luar negeri (menlu) AS ditugaskan untuk memutuskan apakah, dan sejauh mana, bea masuk tambahan harus dikenakan, berdasarkan temuan mendag AS. Trump kemudian akan mempertimbangkan rekomendasi tersebut dalam memutuskan apakah akan memberlakukan tarif tambahan.

Perintah tersebut memberi wewenang kepada menlu dan mendag AS untuk mengambil tindakan yang diperlukan, termasuk menangguhkan atau mengubah peraturan, menerbitkan pemberitahuan dalam Daftar Federal (Federal Register), serta mengadopsi peraturan untuk mengimplementasikan perintah itu.

Trump mengeklaim bahwa kebijakan, praktik, dan tindakan Kuba merupakan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa terhadap keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS.

Dalam sebuah langkah terpisah pada hari yang sama, Trump mengancam akan mengenakan tarif 50 persen untuk semua pesawat yang dijual ke AS dari Kanada, kecuali jika Kanada "segera" menyertifikasi jet-jet bisnis yang dibuat oleh produsen pesawat AS, Gulfstream.

Trump menuduh Kanada secara keliru menolak untuk menyertifikasi model-model pesawat Gulfstream, termasuk Gulfstream 500, 600, 700, dan 800.

"Dengan ini, kami mencabut sertifikasi Bombardier Global Expresses mereka (Kanada), serta semua pesawat buatan Kanada, sampai mereka sepenuhnya menyertifikasi Gulfstream, perusahaan hebat dari Amerika," kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial pada Kamis.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Seruan Kapolri Menegaskan Arah Pengabdian untuk Masyarakat
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Apresiasi Pengunduran Diri Dirut BEI, Isu Tata Kelola Pasar Modal Mengemuka
• 4 jam lalueranasional.com
thumb
Transkon Jaya (TRJA) Tarik Pinjaman Tahap II Rp25 Miliar dari Samindo (MYOH)
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Ini Alasan Norwegia Tak Bisa Disepelekan di Piala Dunia 2026
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
14 Menteri Ekonomi RI Ramai-Ramai Mengundurkan Diri
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.