Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengandalkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi, khususnya pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Salah satunya dengan menyelenggarakan program pasar murah.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, kegiatan pasar murah itu diadakan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
"Pasar murah menjadi salah satu instrumen yang dijalankan secara terpadu bersama rangkaian program pengendalian inflasi lainnya oleh TPID," kata Ratu dikutip dari Antara, Sabtu, 31 Januari 2026.
Menurut dia, kenaikan harga pangan umumnya terjadi pada momen HBKN dan cenderung berulang setiap tahun. Oleh karena itu, untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi, TPID bersama dengan Dinas PPKUKM DKI Jakarta melakukan berbagai upaya, termasuk mengadakan pasar murah.
Baca Juga : Pemerintah Fokus Pengendalian Harga Pangan Strategis Jelang Ramadan
Ilustrasi bahan pokok. Foto: Metrotvnews.com.
Biasanya, kegiatan tersebut melibatkan penyediaan sejumlah stan dan tenda yang akan diisi oleh Lembaga Pemerintah dan BUMN/BUMD, pelaku usaha swasta, pelaku UMKM binaan, BUMD pangan, seperti PT Food Station, PD Dharma Jaya, dan Bulog, untuk menjamin ketersediaan komoditas utama.
Namun, menjelang Ramadan 2026, dia belum dapat memberikan informasi rinci terkait waktu pelaksanaan kegiatan pasar murah.
Selain pasar murah, Pemprov DKI melakukan upaya lain untuk menjaga stabilitas harga. Yakni menyediakan pangan bersubsidi dan menerapkan kebijakan pengaturan distribusi bahan pokok.




