Apple resmi mengakuisisi Q.ai, perusahaan rintisan (startup) kecerdasan buatan (AI) asal Israel. Q.ai merupakan pengembang teknologi AI untuk audio.
Perusahaan tidak mengungkap nilai transaksi dalam pengumumannya. Namun, menurut laporan Reuters yang berasal dari sumber terdekat isu ini, kesepakatan akuisisi tersebut mencapai sekitar 1,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 27 triliun (kurs Rp 16.777,98).
Sebelumnya, startup Q.ai telah mendapat pendanaan dari Matter Venture Partners, Kleiner Perkins, Spark Capital, Exor, dan GV yang dulu dikenal sebagai Google Ventures.
Apple belum merinci rencana pemanfaatan teknologi Q.ai. Perusahaan menyatakan Q.ai mengembangkan penerapan machine learning untuk membantu perangkat memahami ucapan berbisik dan meningkatkan kualitas audio di lingkungan yang bising atau menantang.
Q.ai pernah mengajukan paten teknologi yang menggunakan mikrogerakan kulit wajah untuk mendeteksi kata yang diucapkan atau sekadar dibentuk dengan mulut pada tahun lalu. Teknologi ini juga dapat mengidentifikasi seseorang serta menilai emosi, detak jantung, laju pernapasan, dan indikator fisiologis lainnya.
Sekitar 100 karyawan Q.ai, termasuk CEO Aviad Maizels serta para pendiri Yonatan Wexler dan Avi Barliya, akan bergabung dengan Apple.
Maizels bukan sosok baru bagi Apple. Ia mendirikan PrimeSense, perusahaan teknologi sensor tiga dimensi yang diakuisisi Apple pada 2013.
Akuisisi PrimeSense berperan penting dalam transisi iPhone dari sensor sidik jari ke teknologi pengenalan wajah. Langkah Apple membeli Q.ai dinilai melanjutkan strategi tersebut, dengan fokus pada integrasi AI, sensor, dan audio ke dalam perangkat keras.
Apple dalam beberapa tahun terakhir memperkuat fitur AI di perangkat audio, khususnya AirPods. Pada tahun lalu, Apple memperkenalkan fitur penerjemahan percakapan antarbahasa secara langsung di earbud tersebut.
Teknologi Q.ai berpotensi memperluas kemampuan AirPods dan perangkat Apple lain dalam memahami suara manusia secara lebih akurat dan kontekstual.
Johny Srouji, wakil presiden senior teknologi perangkat keras Apple, menyebut Q.ai sebagai perusahaan yang memelopori cara baru dan kreatif dalam menggabungkan pencitraan dan pembelajaran mesin. Ia menyatakan Apple antusias menyambut tim Q.ai dan peluang inovasi yang akan datang.
"Q.ai adalah perusahaan yang luar biasa dan menjadi pelopor cara-cara baru serta kreatif dalam memanfaatkan pencitraan dan pembelajaran mesin," kata Johny Srouji, Wakil Presiden Senior Teknologi Perangkat Keras Apple, mengutip Reuters. "Kami sangat antusias mengakuisisi perusahaan ini dengan Aviad sebagai pemimpinnya, dan semakin bersemangat menantikan apa yang akan datang."





