FAJAR, MAKASSAR — Sebuah ruang baru hadir di Kota Makassar. Cafe Penna De La Ville resmi dibuka melalui Opening Ceremony yang digelar di Gedung Fajar Graha Pena Lantai 1, Jalan Urip Sumoharjo No. 20 Makassar, Sabtu (31/1/2026).
Penna De La Ville berada di bawah naungan PT Fajar Graha Pena dan dimiliki langsung oleh Direktur Utama PT Fajar Graha Pena, Irwan Muharyono.
Dalam sambutannya, Irwan Muharyono menyampaikan bahwa Penna De La Ville lahir bukan sekadar sebagai tempat menikmati kopi, tetapi sebagai ruang dengan jiwa dan cerita.
“Setiap bangunan memiliki detak jantungnya sendiri. Detak jantung pertama selalu lahir dari sebuah mimpi. Tempat ini kami bangun bukan hanya dari semen dan bata, tetapi dari sisa-sisa rindu pada Eropa Timur yang tenang dan klasik,” ujarnya.
Irwan menuturkan, ide menghadirkan Penna De La Ville berawal dari pengalamannya berkeliling Eropa. Ia terkesan dengan keindahan arsitektur kota-kota di sana, di mana setiap sudut menyimpan makna dan cerita.
Kecintaannya pada kopi juga menjadi inspirasi utama. Ia mengenang pengalamannya menikmati secangkir espresso di sebuah kedai kopi di kawasan Florence, Italia.
“Saya sempat bertanya kepada baristanya, kopi apa yang saya minum. Mereka bilang, kopi dari Toraja. Betapa bangganya saya mendengar hal tersebut,” tuturnya.
Pengalaman tersebut, kata Irwan, membekas hingga akhirnya ia membayangkan sebuah tempat di Makassar yang mampu menghadirkan suasana serupa.
Penna De La Ville pun dirancang sebagai “kota kecil” yang dapat menjadi pelarian sejenak dari riuh kehidupan luar.
Dalam kesempatan itu, Irwan secara simbolis menyebut dirinya sebagai “wali kota” Penna De La Ville. Ia menyapa para tamu undangan sebagai perwakilan “Lord dan Lady” dari berbagai penjuru Eropa.
“Tugas saya hanya satu, memastikan setiap tamu yang datang merasa seperti berada di rumah yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa kehadiran para tamu adalah bagian penting dari kehidupan tempat tersebut. Tawa, percakapan, dan cerita pengunjung akan menjadi sejarah yang menghidupkan dinding-dinding Penna De La Ville.
Dengan peresmian ini, Penna De La Ville resmi menjadi ruang cerita baru di Makassar, menghadirkan pengalaman menikmati kopi dalam balutan nuansa Eropa yang tenang, klasik, dan penuh imajinasi.
Sementara itu, Komisaris Utama Harian Fajar, H.M. Agussalim Alwi Hamu, menilai kehadiran Penna De La Ville sebagai sebuah terobosan baru, yakni menghadirkan konsep kota di dalam gedung.
Menurutnya, ide besar Penna De La Ville terinspirasi dari pemikiran bahwa sebuah ruang bisa menampung banyak fungsi sekaligus, tanpa kehilangan identitas.
Agussalim menekankan bahwa “Pena” tidak dimaknai sebagai ruang kecil, melainkan simbol yang luas. Pena, menurutnya, adalah alat yang menulis, menyebarkan, dan mengapalkan informasi serta ide-ide yang menarik.
Ia berharap Penna De La Ville dapat menjadi ruang silaturahmi, tempat bertemunya gagasan, inspirasi, dan percakapan kreatif lintas latar belakang.
Dengan konsep kota dalam gedung, Penna De La Ville diharapkan tidak hanya menjadi destinasi kuliner, tetapi juga ruang publik kreatif yang memperkaya wajah Kota Makassar. (irm)





