Sejumlah pengendara sepeda motor masih melaju lawan arah di kawasan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan (Jaksel). Setelah sempat memberi teguran tertulis, polisi memberikan edukasi kepada pemotor lawan arah.
Cara berbeda dilakukan polisi lalu lintas (polantas) karena di kawasan tersebut masih banyak pemotor lawan arah. Polantas bernama Bripda Ananda Rafi menggunakan pendekatan agama saat menegur dan mengajak pengendara untuk bersama-sama menumbuhkan kesadaran berkendara yang aman.
"Jangan lawan arah, putar, antum putar, astagfirullah," kata Rafi saat menegur pengendara yang lawan arah dilihat dari instagram TMC Polda Metro Jaya, Sabtu (31/1/2026).
Tak hanya satu pengendara, dalam video itu terlihat banyak yang tak tertib dalam berkendara. Namun Rafi serta polantas lain yang berjaga hanya menegur dengan ramah.
"Tertibnya kita di duniawi adalah cerminan tertibnya kita di akhirat dan Allah tidak menyukai orang-orang yang melukai dirinya sendiri dan (pelanggaran) ini termasuk melukai diri Anda sendiri," tuturnya ke pelanggar.
Dengan cara yang persuasif dan humanis diharapkan pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan menjadi pengingat bahwa ketertiban adalah bagian dari nilai moral dan tanggung jawab sosial kita bersama.
"Ayo bareng-bareng. Di balik polisi yang sudah berbenah, reformasi, masyarakatnya juga harus tertib," ucap Rafi.
Diketahui, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memang telah menekankan bahwa Polantas akan melakukan penegakan hukum di jalan raya dengan mengedepankan unsur humanis lewat program Polantas Menyapa.
Irjen Agus mengatakan pihaknya tidak mengutamakan pendekatan hukum. Namun dia mengajak masyarakat untuk makin disiplin di jalan raya semata-mata demi keselamatan.
"Jadi kita tidak mengutamakan pendekatan hukum, tetapi kami mengharapkan dengan adanya E-TLE termasuk juga digitalisasi lainnya, ini mengharapkan masyarakat agar disiplin dengan pribadinya, semuanya untuk kepentingan keselamatan," kata Irjen Agus di Mapolres Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (20/10/2025).
(ond/jbr)




