Tiga Krisis Satu Waktu: AS–Iran Memanas, UE Hantam IRGC, Rusia Kehilangan Langit

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Ketegangan geopolitik global kembali meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, dengan tiga poros krisis utama—Amerika Serikat–Iran, stabilitas energi dunia, dan medan perang Ukraina—saling bertaut dan mendorong situasi internasional ke titik yang semakin rapuh.

Eskalasi AS–Iran: Peringatan Trump dan Pengerahan Militer Besar-besaran

Pada akhir Januari 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran agar segera kembali ke meja perundingan terkait isu nuklir dan keamanan kawasan. Peringatan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah, yang dinilai sebagai sinyal tekanan strategis tingkat tinggi.

Pentagon dilaporkan telah mengerahkan sejumlah aset militer penting, termasuk kapal perusak USS Delbert D. Black, pesawat pengintai strategis RC-135V, serta mengirimkan kelompok tempur kapal induk ketiga, yakni USS George H.W. Bush, ke kawasan Timur Tengah. Pengerahan ini menandai salah satu konsentrasi kekuatan militer AS terbesar di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah Simbolik Iran dan Sinyal Keputusan Besar

Sebagai respons, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei melakukan kunjungan ke kota suci Qom dan Masjid Jamkaran. Dalam tradisi politik Iran, langkah semacam ini sering dipandang sebagai simbol menjelang keputusan strategis atau periode krisis nasional.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio secara terbuka memperingatkan bahwa jika rezim Iran mengalami guncangan serius, proses transisi kekuasaan berpotensi berlangsung kacau dan tidak dapat diprediksi—sebuah skenario yang menurut Washington dapat memicu instabilitas regional lebih luas.

Iran Umumkan Kesiapan Perang 200%, Tekanan Ekonomi Kian Mencekik

Di tengah tekanan ekonomi berat—mulai dari inflasi tinggi, pelemahan nilai tukar, hingga keterbatasan devisa—pemerintah Iran mengumumkan status kesiapan perang 200%. Pada saat yang sama, Teheran mengintensifkan perang psikologis dan propaganda, termasuk menyebarkan citra buatan AI yang menggambarkan kehancuran kapal induk AS dan target Israel.

Namun, para analis menilai narasi visual tersebut tidak mencerminkan keseimbangan kekuatan militer nyata di lapangan, melainkan lebih ditujukan untuk konsumsi domestik dan efek psikologis regional.

Selat Hormuz Jadi Titik Paling Berbahaya

Ancaman paling serius tetap tertuju pada Selat Hormuz, jalur maritim sempit yang menyalurkan sekitar 20% perdagangan minyak mentah dan LNG global. Iran menegaskan kemampuannya untuk mengendalikan selat tersebut secara sistematis apabila konflik meningkat.

Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa gangguan sekecil apa pun di Selat Hormuz akan berdampak langsung pada stabilitas pasar energi dunia. Sementara itu, JPMorgan memperkirakan harga minyak global dapat melonjak hingga 120–130 dolar per barel jika jalur tersebut terganggu.

Uni Eropa Tetapkan IRGC sebagai Organisasi Teroris

Di Eropa, pada 29 Januari 2026 waktu setempat, Uni Eropa secara bulat menetapkan Garda Revolusi Islam Iran sebagai organisasi teroris. Keputusan ini mencakup pembekuan seluruh aset IRGC di wilayah Eropa serta larangan masuk bagi para anggotanya.

Langkah tersebut disebut sejumlah diplomat sebagai “bom nuklir diplomatik” karena berpotensi menghantam langsung struktur ekonomi dan keuangan Iran yang sudah berada dalam kondisi rapuh akibat sanksi bertahun-tahun.

Ukraina Tingkatkan Tekanan Militer terhadap Rusia

Sementara krisis Timur Tengah memanas, konflik di Eropa Timur juga menunjukkan eskalasi signifikan. Di medan perang Ukraina, pasukan Kyiv dilaporkan terus menekan posisi Rusia secara intensif. Dalam kurun setengah hari, sekitar 690 tentara Rusia disebut menjadi korban dalam rangkaian serangan terkoordinasi.

Drone Ukraina kembali memainkan peran krusial, menghancurkan kendaraan tempur BMP serta jaringan logistik Rusia. Serangan yang berlangsung di Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, hingga Krimea menunjukkan upaya sistematis untuk melemahkan pertahanan Rusia di berbagai front secara simultan.

Su-34 Rusia Dilaporkan Ditembak Jatuh di Laut Hitam

Laporan yang paling menyita perhatian menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara Patriot milik Ukraina berhasil menembak jatuh pesawat tempur-pembom Su-34 Rusia di atas Laut Hitam, dekat Pulau Ular—wilayah dengan nilai simbolis tinggi sejak awal perang.

Jika laporan ini dikonfirmasi secara independen, insiden tersebut akan menjadi salah satu kerugian udara pertama Rusia yang tercatat pada tahun 2026, sekaligus menandai semakin menyempitnya ruang udara aman Rusia di kawasan Laut Hitam.

Secara keseluruhan, perkembangan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa dunia tengah memasuki fase ketidakpastian strategis yang semakin berbahaya, di mana konflik regional berpotensi memicu efek domino global—baik di sektor keamanan, energi, maupun stabilitas politik internasional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Warga Demo Tolak Bar Hiburan Malam di Lenteng Agung, Polisi Dorong Mediasi
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Muzani: NU Kuat Apabila Jemaah Kenyang, Dompetnya Tebal
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Ini Alasan Norwegia Tak Bisa Disepelekan di Piala Dunia 2026
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
4 Pemain Kelas Dunia yang Bisa Direkrut Persib Jelang Penutupan Bursa Transfer Paruh Musim Super League, Nomor 1 Bisa Temani Federico Barba
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Negara Kecil yang Bisa Kamu Jelajahi dalam Satu Hari
• 7 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.