Polemik Konten TikTok Thalia Onsu Berlanjut, Sarwendah Hadiri Pemeriksaan Polisi

eranasional.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Sarwendah memenuhi jadwal pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Jumat (30/1/2026). Kedatangan mantan istri Ruben Onsu tersebut berkaitan dengan laporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik yang menyeret nama putri sulungnya, Thalia Putri Onsu.

Sarwendah tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 14.32 WIB. Ia datang didampingi kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, serta sang adik. Kehadirannya langsung menyita perhatian awak media yang sejak siang telah menunggu di lokasi.

Namun, baik Sarwendah maupun kuasa hukumnya memilih untuk tidak memberikan keterangan secara rinci sebelum pemeriksaan dilakukan. Sarwendah hanya menyampaikan pernyataan singkat kepada wartawan sebelum masuk ke dalam gedung.

“Kita masuk dulu aja ya,” ucap Sarwendah singkat.

Ia kemudian menambahkan bahwa keterangan lebih lanjut akan disampaikan setelah pemeriksaan selesai. “Nanti ya nanti, setelah selesai,” sambungnya.

Sarwendah dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait laporan polisi yang dibuat pada 31 Juli 2025. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/5364/VII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA dan berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik serta dugaan penyebaran dokumen atau informasi elektronik milik orang lain tanpa izin.

Kasus ini bermula dari laporan yang dibuat oleh Ruben Onsu terhadap pemilik akun TikTok yang diduga menyebarkan konten bernuansa fitnah dan menyerang kehormatan putri sulungnya, Thalia. Konten tersebut kemudian menjadi sorotan publik karena dinilai melampaui batas dan menyasar anak di bawah umur.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, sebelumnya menjelaskan bahwa kliennya telah memberikan kesempatan kepada pemilik akun TikTok tersebut untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Ruben, kata Minola, meminta agar pemilik akun menghapus konten yang dianggap bermasalah serta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Jadi, sebenarnya sudah diberikan kesempatan yang cukup oleh Ruben Onsu kepada pemilik akun itu untuk minta maaf, menghapus kontennya, dan secara gentleman mengakui kesalahannya,” ujar Minola dalam keterangan sebelumnya.

Namun, kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik. Alih-alih menghapus konten, pemilik akun justru disebut kembali mengunggah video lain yang memperkeruh situasi.

“Tapi yang dilakukan malah menambah postingan. Jadi seolah-olah dia merasa apa yang dia lakukan itu tidak salah, tidak ada kesadaran,” lanjut Minola.

Karena tidak adanya itikad baik, Ruben Onsu akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum. Langkah tersebut diambil, menurut Minola, sebagai bentuk perlindungan terhadap anak serta untuk memberikan efek jera agar kasus serupa tidak kembali terulang.

Kasus ini juga sempat mencuat ke ruang publik setelah Ruben Onsu mengungkapkan kekesalannya melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyinggung adanya akun TikTok bernama @vina.run yang diduga mengunggah konten bermuatan fitnah dan menyerang keluarganya.

Akun tersebut diketahui membuat sejumlah video yang menyinggung Sarwendah dan putrinya, Thalia Putri Onsu. Salah satu narasi yang beredar dan menuai kecaman luas adalah klaim bahwa Sarwendah mengaku putri sulungnya bukan anak Ruben Onsu, melainkan anak dari pria lain. Narasi tersebut dibantah keras oleh pihak keluarga dan dinilai sebagai tuduhan tidak berdasar.

Konten tersebut memicu reaksi keras dari warganet karena menyangkut identitas dan kehormatan seorang anak. Banyak pihak menilai penyebaran narasi semacam itu tidak hanya melanggar etika, tetapi juga berpotensi melanggar hukum, khususnya terkait perlindungan anak dan pencemaran nama baik di ruang digital.

Kehadiran Sarwendah di Polda Metro Jaya dinilai sebagai bagian dari upaya keluarga untuk mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Sebagai ibu kandung, Sarwendah dianggap memiliki posisi penting dalam memberikan keterangan terkait dampak psikologis maupun sosial yang ditimbulkan dari penyebaran konten tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan terhadap Sarwendah masih berlangsung. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait materi pemeriksaan maupun langkah lanjutan dalam penanganan perkara ini.

Kasus ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya tanggung jawab dalam menggunakan media sosial, terutama ketika konten yang disebarkan menyasar kehidupan pribadi dan anak di bawah umur. Publik kini menantikan hasil penyelidikan kepolisian serta proses hukum selanjutnya terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Ungkap Fakta Soal Temuan Darah di Apartemen Lula Lahfah
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Kerugian Akibat Scam di NTB Capai Rp46 Miliar Sepanjang 2025
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Experience Store Kian Dominan, Jawaban Ritel Beauty terhadap Kebutuhan Pelanggan
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Hormuz Jadi Titik Didih Dunia: AS, Iran, Rusia, dan Tiongkok Berhadapan Langsung
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Sortir 20 lagu, Ricecookersajikan 11 karya terbaik di album perdana
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.