Pada saat puncak gerhana, Matahari akan tampak mempesona seperti cincin cahaya terang di sekeliling piringan Bulan. Efek visual "cincin api" ini hanya terjadi jika pengamat berada tepat di jalur antumbra Bulan.
Sayangnya, Indonesia tidak termasuk dalam wilayah yang dilintasi jalur gerhana kali ini. Jalur Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 sebagian besar melintasi wilayah selatan dunia, meliputi Pulau Bouvet, Pulau Heard dan Pulau McDonald, wilayah selatan Prancis, Afrika Selatan, Lesotho, Swaziland, Mozambik, Madagaskar, hingga Mauritius.
Bagi masyarakat di Indonesia, fenomena ini tetap bisa dinikmati melalui siaran langsung dari lembaga antariksa internasional atau observatorium yang berada di lokasi lintasan.
Meskipun tidak terlihat dari Indonesia, bagi siapapun yang berada di jalur gerhana, kondisi pengamatan wajib menggunakan pelindung mata khusus, yaitu kacamata gerhana ISO 12312-2. Mengamati Gerhana Matahari Cincin tanpa pelindung sangat berbahaya karena intensitas cahaya matahari yang tersisa tetap dapat merusak retina mata secara permanen.
Baca Juga :
Siap-siap, Trio Gerhana Matahari Total Bisa Disaksikan Mulai Agustus 2026Terdapat juga peristiwa Snow Moon, yaitu puncak Bulan Purnama Februari yang akan memberikan penerangan maksimal di langit malam.
Demikian informasi fenomena langit yang terjadi sepanjang Februari 2026. Dengan mengetahui jadwal tersebut, diharapkan para pecinta astronomi dapat melakukan persiapan pengamatan secara optimal. Pastikan cuaca mendukung dan selalu prioritaskan keamanan mata jika Sobat Medcom berencana melakukan pengamatan matahari di masa mendatang.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)



