Otoritas Amerika Serikat (AS) mengatakan semua warga negaranya yang ditahan di Venezuela dibebaskan.
"Kami dengan senang hati mengkonfirmasi pembebasan oleh otoritas sementara semua warga negara AS yang diketahui ditahan di Venezuela," tulis Kedutaan Besar AS di Caracas di media sosial, Jumat (30/1) dikutip dari AFP.
Pengumuman itu datang beberapa jam setelah pembebasan tahanan politik Peru-Amerika, Arturo Gallino Rullier.
"Dia sudah dalam perjalanan ke AS," tulis Gonzalo Himiob dari LSM Foro Penal di X. Gallino ditangkap November lalu atas tuduhan yang tidak jelas.
Selama bertahun-tahun, Venezuela disebut telah menangkap warga asing dengan berbagai tuduhan, mulai dari spionase hingga merencanakan serangan.
Pemerintah asing telah lama menuduh tuduhan itu dibuat-buat dan penangkapan tersebut dinilai sebagai penyanderaan.
Namun sejak pasukan khusus AS menyerbu Caracas bulan ini dan menangkap Nicolas Maduro, hubungan pahit selama beberapa dekade antara Venezuela dan Amerika Serikat telah mereda dan terjadi serangkaian pembebasan tahanan.
Presiden sementara Delcy Rodriguez juga telah berupaya membuka sektor minyak Venezuela untuk investasi asing dan berbicara tentang pengembangan hubungan dengan Amerika Serikat.
Pemerintahnya mengeklaim telah membebaskan lebih dari 800 orang sejak tahun lalu, tetapi LSM menghitung hanya sekitar 400 orang yang dibebaskan sejak Desember tahun lalu.




