Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Gerindra Ade Rezki Pratama menegaskan akan mengawal peningkatan layanan kesehatan masyarakat di Padang Pariaman, khususnya pasca bencana alam di Sumatera Barat. Ia menilai masih terbatasnya fasilitas kesehatan yang sangat dibutuhkan saat kondisi darurat.
Ade menyebut dampak banjir dan longsor menyebabkan keterbatasan fasilitas di RSUD Parit Malintang Kabupaten Padang Pariaman. Sorotan utama difokuskan pada minimnya ruang Intensive Care Unit (ICU), layanan gawat darurat, serta fasilitas pemulasaran jenazah bagi korban bencana.
Ia pun meninjau langsung kesiapan layanan kesehatan di wilayah terdampak guna memastikan masyarakat mendapatkan penanganan yang cepat dan memadai. Dari hasil peninjauan, Ade menyebut penguatan sarana fisik dan alat kesehatan masih menjadi kebutuhan mendesak.
"Kami melihat masih dibutuhkan sejumlah fasilitas fisik dan alat kesehatan agar pelayanan kesehatan bisa maksimal, terutama dalam kondisi darurat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/1/2026).
Ade menekankan pentingnya dukungan kebijakan serta penguatan anggaran untuk melengkapi fasilitas kesehatan di daerah rawan bencana. Menurutnya, Komisi IX DPR RI membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk mengajukan usulan pembiayaan, baik melalui APBN maupun skema pendanaan lain yang memungkinkan.
Selain itu, Ade juga menyatakan dukungan terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman membangun rumah sakit umum daerah baru di kawasan Sungai Limau.
Pembangunan tersebut dinilai strategis untuk memperluas akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang selama ini terkendala jarak dan waktu tempuh ke rumah sakit rujukan.
Lebih lanjut, ia berkomitmen bahwa Komisi IX DPR RI akan terus mengawal proses pemulihan pasca bencana sebagai bagian dari mitigasi jangka panjang, meliputi kesiapan fasilitas kesehatan, kelengkapan peralatan medis, ketersediaan obat-obatan, hingga dukungan terhadap tenaga kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan cepat, efektif, dan berkelanjutan.
(anl/ega)





