Grid.ID- Kepergian Catherine O’Hara menjadi duka mendalam bagi dunia hiburan internasional. Aktris peraih dua Emmy ini meninggal dunia pada usia 71 tahun setelah mengalami sakit singkat. Untuk mengenang jejak hidupnya, berikut profil Catherine O’Hara yang tutup usia.
Kabar wafatnya dikonfirmasi langsung oleh sang manajer kepada Variety. Selama lebih dari lima dekade, O’Hara dikenal sebagai figur penting dalam film, televisi, hingga animasi.
Kariernya yang panjang membuktikan konsistensi, integritas, dan kemampuan bertransformasi lintas generasi. Lebih lengkapnya, inilah profil Catherine O’Hara yang mencerminkan perjalanan seorang seniman yang setia pada kualitas dan karakter.
Profil Catherine O’Hara
Perjalanan hidup Catherine O’Hara bermula dari Toronto, Kanada, tempat ia lahir pada 1954. Ia merupakan anak kedua termuda dari tujuh bersaudara.
Ayahnya bekerja di Canadian Pacific Railway, sementara ibunya berprofesi sebagai agen properti. Sejak kecil, O’Hara sudah menunjukkan ketertarikan pada seni peran, bahkan peran pertamanya adalah sebagai Bunda Maria dalam drama Natal sekolah.
Setelah lulus SMA, ia bekerja sebagai pelayan di Second City Theater Toronto, tempat yang kelak mengubah hidupnya. Lingkungan Second City mempertemukan Catherine O’Hara dengan para komedian legendaris seperti Dan Aykroyd, Joe Flaherty, dan Gilda Radner. Meski sempat diremehkan saat audisi awal, O’Hara akhirnya bergabung resmi pada 1974.
Di sinilah ia bertemu Eugene Levy, rekan kerja sekaligus sahabat terdekatnya. Pada 1976, Second City melahirkan program televisi Second City Television (SCTV), yang membuat nama O’Hara melambung. Profil Catherine O’Hara semakin kuat lewat karakter orisinal dan impresi selebritas yang ikonik, menghasilkan lima nominasi Emmy dan satu kemenangan.
Setelah SCTV berakhir pada 1984, O’Hara fokus mengeksplorasi dunia film. Dikutip dari PEOPLE, Sabtu (31/1/2026), debut filmnya dimulai lewat Double Negative (1980), disusul After Hours (1985) karya Martin Scorsese. Perannya sebagai Delia Deetz dalam Beetlejuice (1988) memperkuat posisinya di Hollywood, peran yang ia ulangi dalam sekuel Beetlejuice Beetlejuice pada 2024.
Namun, popularitas global datang lewat film Home Alone (1990 dan 1992), di mana ia memerankan ibu Kevin McCallister. Catherine O’Hara pun melekat erat dengan sosok ibu hangat namun panik yang dicintai lintas generasi.
Catherine O’Hara juga dikenal sebagai kolaborator setia Christopher Guest dalam film mockumentary seperti Waiting for Guffman, Best in Show, A Mighty Wind, dan For Your Consideration. Di sisi lain, suaranya menghiasi film animasi populer seperti The Nightmare Before Christmas, Chicken Little, hingga Elemental.
Puncak kebangkitan karier O’Hara terjadi di usia 60-an melalui peran Moira Rose dalam Schitt’s Creek. Serial ini mempertemukannya kembali dengan Eugene Levy serta Dan Levy dan Annie Murphy.
Karakter Moira yang eksentrik, berambut wig, dan penuh gaya menjadikannya fenomena budaya pop. Peran ini mengantarkan O’Hara meraih Emmy keduanya, Golden Globe, dan SAG Award. Catherine O’Hara pun mengalami renaissance yang jarang terjadi dalam industri hiburan.
Di tahun-tahun terakhir, O’Hara tampil di The Last of Us, The Studio, serta film Argylle. Dalam wawancara 2025, ia merefleksikan perubahan Hollywood akibat internet dan streaming. Meski kritis, ia tetap optimistis bahwa sebagian besar insan industri ingin menciptakan karya berkualitas.
Kehidupan Pribadi
Catherine O’Hara menikah dengan desainer produksi Bo Welch sejak 1992 dan dikaruniai dua putra, Matthew dan Luke. Ia dikenal menjaga keseimbangan karier dan keluarga dengan humor sebagai kunci komunikasi.
O’Hara juga dihormati sebagai figur komunitas, bahkan dinobatkan sebagai wali kota kehormatan Brentwood pada 2021. Profil Catherine O’Hara kini menjadi catatan penting tentang dedikasi, integritas, dan pengaruh abadi seorang ikon komedi. Dunia hiburan kehilangan sosok besar, namun karyanya akan terus hidup dalam ingatan penonton. (*)
Artikel Asli




