Gubernur Aceh Akhiri Status Tanggap Darurat Bencana, Masuk Transisi Pemulihan

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MEDAN - Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengakhiri status tanggap darurat bencana di Aceh per tanggal 29 Januari 2026.

Terhitung sejak tanggal tersebut hingga 90 hari ke depan, Muzakir Manaf mengumumkan Aceh berada dalam masa transisi darurat ke pemulihan bencana.

"Saya sebagai Gubernur Aceh dengan ini menetapkan status transisi darurat ke pemulihan bencana selama 90 hari ke depan mulai tanggal 29 Januari sampai dengan 29 April 2026," ujar Muzakir Manaf dilansir dari Instagram resminya, Jumat (30/1/2026).

Muzakir Manaf menyampaikan penetapan status ini mempertimbangkan surat dari Menteri Dalam Negeri bertanggal 29 Januari 2026 terkait penetapan status transisi darurat ke pemulihan bencana di Provinsi Aceh.

Kendati masa tanggap darurat berakhir, Mualem menginstruksikan seluruh satuan kerja perangkat Aceh (SKPA) serta mengimbau para stakeholder tetap melanjutkan upaya-upaya pertolongan dan koordinasi penanganan darurat bencana.

Dia juga mengingatkan agar jajarannya dan stakeholder terkait dapat menjamin kebutuhan dasar para pengungsi dan kelompok rentan, termasuk kebutuhan akan rasa aman (perlindungan).

Baca Juga

  • Rekap Data Terkini Dampak Bencana Hidrometeorologi di Aceh
  • Sejak Awal Bencana, PTPN IV PalmCo Dampingi Pemulihan Aceh Tamiang
  • Seskab Teddy Terima Gubernur Aceh, Bahas Pemulihan Pascabencana dan Pembangunan Hunian

Lebih jauh dalam pengumumannya, mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu menyampaikan dukungan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan di masa rehabilitasi rekonstruksi pascabencana Aceh, antara lain dengan melanjutkan membuka secara fungsional jalan tol Padang Tiji-Seulimeum.

Selain itu, Gubernur Aceh juga meniadakan scan barcode (bebas barcode) untuk pengisian bahan bakar bersubsidi di setiap SPBU dalam rangka memudahkan mobilitas alat berat dan armada pemulihan.

"Sehingga persiapan pelaksanaan rehab-rekon pascabencana berjalan dengan baik di Aceh," tandasnya. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir mengatakan fokus utama Pemprov dalam waktu dekat ialah mempercepat pembersihan sisa material bencana di wilayah dataran tinggi.

Dia menyebut status transisi menjadi titik awal bagi Aceh untuk bangkit dan memulihkan jaringan infrastruktur maupun sosial ekonomi masyarakat pascabencana. 

“Instruksi Gubernur akan segera kami tindak lanjuti, terutama pembersihan di Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tengah. Kami akan mengoordinasikan penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk keperluan tersebut,” ujar M Nasir dilansir dari laman resmi Humas Aceh.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pikap Dibegal, Sopir Diikat, Uang Rp 11 Juta dan HP Digondol
• 7 jam lalurealita.co
thumb
HKI dan Singapuran Jalin Kerja Sama Perkuat Pengembangan Kawasan Industri
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
PDIP Dorong Perdamaian Gaza Palestina via PBB, Bukan Board of Peace
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Pakar UPI: Penyebab longsor Cisarua didominasi oleh faktor alam
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Warga Kompleks Permata Sari Makassar Berharap Satpol PP Tegas: Bongkar Semua Lapak PKL Tanpa Tebang Pilih!
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.