Pakar UPI: Penyebab longsor Cisarua didominasi oleh faktor alam

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Bandung (ANTARA) - Pakar Mitigasi Bencana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Hendro Murtianto menyebut penyebab longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, didominasi oleh faktor alam yang memicu terjadinya pergerakan masa tanah.

“Bahwa alih fungsi lahan memang berperan, tetapi bukan merupakan faktor dominan dalam kasus longsor Cisarua, karena titik awal longsoran berada di bagian atas Gunung Burangrang, bukan di daerah lereng kaki,” kata Hendro di Bandung, Jumat

Ia mengatakan kejadian longsor tersebut dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal yang didominasi oleh kondisi alam.

Hendro menjelaskan faktor eksternal meliputi kemiringan lereng, curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus, relief, serta pola aliran air dari wilayah hulu hingga jenis penggunaan lahan.

Sementara itu, faktor internal berkaitan dengan kondisi geologi lapisan batuan, ketebalan tanah hasil pelapukan vulkanik, serta keberadaan bidang gelincir di bawah permukaan tanah yang dapat memicu pergerakan massa tanah saat kondisi jenuh air.

“Curah hujan yang tinggi secara terus-menerus membuat bidang gelincir menjadi licin dan tidak stabil,” katanya.

Baca juga: Badan Geologi: Longsor Cisarua kombinasi geologi purba-air tanah jenuh

Menurutnya, kawasan Gunung Burangrang merupakan bagian dari bentang alam gunung api purba Gunung Sunda dengan relief terjal dan kemiringan lereng curam, sehingga secara alami memiliki potensi longsor yang tinggi.

Hendro menambahkan bahwa longsor sebagai fenomena alam dapat terjadi di berbagai tempat, termasuk di kawasan hutan yang tidak berpenghuni.

Suatu peristiwa longsor, kata dia, baru disebut sebagai bencana apabila menimbulkan dampak langsung terhadap kehidupan manusia.

“Fenomena longsor itu alamiah. Yang menjadi masalah adalah ketika longsor tersebut berdampak pada kehidupan manusia,” katanya.

Baca juga: Tim SAR lanjutkan pencarian 20 korban hilang akibat longsor di Cisarua

Baca juga: Tim SAR: 53 kantong jenazah longsor Cisarua dievakuasi hingga hari ini


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
10 Kiper dengan Rekor Clean Sheet Terbanyak di Piala Dunia
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Es Gabus Kembali Viral, UMKM Asal Solo Ini Laku 20 Ribu Buah per Bulan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Perang Taiwan: 100 Ribu Korban, Ekonomi Ambruk, dan Risiko Kudeta di Beijing
• 1 jam laluerabaru.net
thumb
Sekolah Rakyat Tanjungpinang Fokuskan Literasi Berbasis Pengalaman
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Polri Gandeng Kemenkes-BPOM Susun Aturan Penindakan Penyalahgunaan Gas N2O
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.