Kebiasaan Warga RI yang Bikin Jatuh Miskin Menurut Lo Kheng Hong

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Menabung (Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan menabung merupakan salah satu hal positif untuk menghadapi situasi darurat. Tak perlu kalang-kabut jika ada pengeluaran mendadak, sebab ada dana yang sudah disimpan.

Salah satu tempat untuk menabung yang aman adalah di rekening bank. Namun, menurut investor saham yang dijuluki Warren Buffet-nya Indonesia, Lo Kheng Hong, menyimpan uang di bank bisa membuat pelan-pelan jatuh miskin. 

"Menyimpan uang di bank sebetulnya membuat kita miskin secara pelan-pelan karena nilai uang kita semakin hari semakin turun," kata Lo Kheng Hong saat menjadi pembicara di acara Capital Market Summit & Expo (CMSE), beberapa saat lalu.


Tidak hanya itu, Lo Kheng Hong juga memilih tidak membeli obligasi atau surat utang, karena menurutnya bunga yang diberikan juga tidak besar.

"Saya juga tidak membeli emas," kata Lo Kheng Hong.

Baca: IHSG Ambruk Sampai 8% Lebih, Intip Strategi Lo Kheng Hong

Lo Kheng Hong hanya tertarik membeli saham karena terbukti membuatnya kaya dan memiliki harta ratusan miliar. Siapa sangka, dia pernah cuan besar dari saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang merupakan momen awal dirinya mengeruk keuntungan besar dari investasi saham.

Dia pun mengungkapkan alasan utama yang membuat dirinya berinvestasi saham, khususnya di Indonesia.

"Bursa saham Indonesia menawarkan imbal hasil tertinggi di antara bursa saham utama di dunia bagi investor jangka panjang. Sudah terbukti! Saya bersyukur saya ada di dalamnya," kata Lo Kheng Hong.

Baca: Lo Kheng Hong: Beli Saham Jangan Karena MSCI

Hingga saat ini, kata Lo Kheng Hong, hampir 99% masyarakat Indonesia tidak percaya jika investasi saham adalah pilihan terbaik. Masyarakat lebih menempatkan uang di bank atau dibelikan properti, dibanding beli saham.

Lo Kheng Hong merupakan orang yang teliti dan bisa menghabiskan waktu lama untuk membaca laporan keuangan. Usaha yang dilakukan dalam meneliti laporan keuangan menunjukkan dirinya tidak sembarangan dalam memilih saham untuk investasi.

Pada 1998, ia membeli saham PT United Tractors Tbk (UNTR). Saat itu laba bersih UNTR minus Rp 1 triliun. Akan tetapi pendapatan perusahaan sekitar Rp 2 triliun-Rp 4 triliun dengan laba operasional sekitar Rp 1 triliun.

Lo Kheng Hong menilai laba bersih tersebut minus karena kurs. Ini merupakan momentum awal dari kesuksesan Lo Kheng Hong sebagai investor saham dan cerita seperti ini diulang pada saham-saham yang lain.

Pada saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), Lo Kheng Hong membeli pada harga Rp 1.000/saham lalu menjualnya pada harga rata-rata Rp 10.000/saham. Dari saham INKP, ia berhasil meraup cuan besar dari Rp 35 miliar menjadi Rp 350 miliar dalam kurun waktu 1,5 tahun.

Ia mampu meraup cuan hingga 5.900% dari saham UNTR dan 900% dari saham INKP. Menurutnya, satu kunci sukses sebagai investor saham adalah bisa mengontrol emosi.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Media Asing Ramai Beritakan Ambruknya IHSG karena Rilis MSCI

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gus Yahya di Harlah ke-100 Tahun NU: Setelah Dinamika Hebat, Tetap Bersatu
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Waka MPR Dorong Sistem Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
• 16 jam laludetik.com
thumb
Ada di Condet, Gang Goa Monyet Jejak Kampung Terakhir Jakarta yang Menjaga Suasana Jadul di Tengah Urbanisasi
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Arsenal vs Leeds United: Mikel Arteta Puas The Gunners Hancurkan Leeds 4-0
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Menag Kunjungi Korban Longsor Cisarua, Pastikan Masjid Pulih Sebelum Ramadhan
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.