Liputan6.com, Jakarta - Niat merantau demi mencari makan malah berujung masalah. Dua remaja asal NTT menjadi korban perdagangan orang (TPPO) di Medan, Sumatera Utara.
Dua remaja itu terbang ke Medan setelah mendapat tawaran dari temannya.
Advertisement
"Jadi sebetulnya dia sudah bekerja sebagai ART di Kupang, kemudian dapat tawaran dari temannya untuk bekerja di Medan," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Sentra Bahagia, Kota Medan, Sumatra Utara. Arifah sempat menemui keduanya di sela kegiatannya.
Rekan korban mengiming-iming mereka bisa bekerja sebagai asisten rumah tangga di Medan. Tawaran itu membuat keduanya yakin dan memutuskan untuk berangkat dari NTT ke Medan.
Keduanya sempat bekerja di sebuah keluarga di Medan selama lima bulan. Namun selama itu keduanya tidak memperoleh upah.
"Mereka mengalami kekerasan juga, akhirnya mereka kabur dan sekarang dilindungi di Sentra Bahagia," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.



