jpnn.com, JAKARTA - Indonesia dikenal dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, flora dan fauna, termasuk spesies primata langka seperti orangutan, lutung, Yaki, dan kukang.
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan menjaga kelestarian primata Indonesia yang memiliki peran vital dalam ekosistem alam.
BACA JUGA: Peringatan Hari Bhakti Imigrasi 2026, Ibas Ungkap Dua Aspek Penting Keimigrasian
Meskipun Indonesia memiliki UU Konservasi dan regulasi perlindungan satwa lainnya, tantangan terhadap primata makin kompleks.
Deforestasi yang berkelanjutan dan perubahan iklim mengancam habitat mereka, sementara perburuan liar dan perdagangan satwa ilegal memperburuk keadaan.
BACA JUGA: Pastikan P3TGAI Tepat Sasaran, Ibas Sebut Irigasi Kuat Kunci Kesejahteraan Petani
“Konflik manusia-primata juga sering terjadi ketika habitat alami mereka makin terbatas,” ungkap Ibas dalam keterangannya memperingati Hari Primata Indonesia, dikutip, Minggu (1/2).
Untuk mengatasi tantangan ini, Ibas mengajak semua pihak untuk bekerja sama, menciptakan solusi berkelanjutan.
Dia pun mengambil contoh kebijakan moratorium deforestasi yang dimulai pada era Presiden SBY dan penguatan kebijakan konservasi di bawah Presiden Prabowo Subianto. Namun, pelestarian primata membutuhkan kerja keras lebih lanjut.
Menurut Ibas, saat ini Indonesia perlu beberapa langkah strategis yang harus diterapkan untuk mencegah kerusakan lingkungan lebih jauh.
Pertama, pemberdayaan masyarakat lokal melalui ekowisata. Kedua, konservasi berbasis komunitas hingga konservasi habitat yang integratif.
Menggalakkan pendidikan dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian primata dan ekosistem mereka.
Mengembangkan ekonomi seperti biomedis dan ekowisata yang ramah lingkungan, untuk menciptakan lapangan kerja tanpa merusak alam.
“Perlu penegakkan hukum yang tegas hingga pengurangan kemiskinan dengan meningkatkan kerja sama internasional untuk mendukung konservasi primata,” ucap Ibas.
Guru Besar SKHB IPB Bidang Primatologi dan Ketua PSSP IPB, Prof. Drh. Huda Shalahudin Darusman menyoroti peran riset biomedis dan bioteknologi primata dalam pengembangan vaksin, deteksi penyakit, serta inovasi kesehatan global, sekaligus mengingatkan ancaman triple planetary crisis terhadap biodiversitas.
“Indonesia, dengan kekayaan spesies primata terlengkap di dunia, dinilai memiliki potensi besar untuk membangun model pemanfaatan berkelanjutan yang tidak eksploitatif dan berpihak pada kepentingan nasional,” pungkas Prof. Huda.(mcr10/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F10%2F27%2F60d4206e-910e-4bc3-99be-4de3e781580d_jpg.jpg)


