Liputan6.com, Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyambut kelanjutan kepemimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pasca pengunduran diri Ketua OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara, dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi.
Said menilai, penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua sekaligus Wakil Ketua OJK, serta Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, merupakan langkah cepat yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.
Advertisement
“Melalui kepemimpinan baru yang dipilih cepat oleh internal Dewan Komisioner OJK, semoga dapat melanjutkan kepemimpinan lebih baik,” ujar Said dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).
Menurut Said, meski saat ini jumlah Dewan Komisioner OJK tersisa enam orang, ditambah dua anggota ex-officio dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, kepemimpinan kolektif OJK tetap memiliki kapasitas untuk menjalankan tugas secara optimal.
Sejumlah Prioritas Kepemimpinan Baru OJK
Said pun memaparkan sejumlah prioritas utama yang perlu segera dijalankan kepemimpinan baru OJK. Salah satunya adalah membangun kembali kepercayaan pasar melalui penguatan independensi dan profesionalisme OJK dalam setiap pengambilan keputusan.
“OJK harus tetap independen dan profesional dalam setiap pengambilan keputusannya,” tegas Politikus PDI Perjuangan itu.
“Pemerintah dan DPR harus menopang independensi itu sebagai harga mati, dengan membatasi diri hanya memberi masukan, bukan penilaian,” sambungnya.
Di sisi kebijakan teknis, Said mendorong OJK untuk terus memperluas kebijakan free float saham. Ia menyambut baik langkah OJK yang menaikkan ketentuan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen mulai Februari 2026, dan berharap kebijakan tersebut diperluas secara bertahap.
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F30%2Fa9cf983d589072deadf2846ab4a8a083-20260130TOK2.jpg)



