Menkeu Jamin Perdagangan Bursa Tetap Stabil

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Purbaya Yudhi Sadewa memastikan transisi kepemimpinan baru di BEI tidak akan memengaruhi aktivitas pasar modal dan IHSG.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan jaminan stabilitas terhadap operasional pasar modal Indonesia menyusul pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman. 

Pemerintah menegaskan bahwa pengalihan tongkat estafet kepemimpinan tidak akan mengganggu aktivitas perdagangan saham harian.

Purbaya menyatakan bahwa kekhawatiran mengenai potensi instabilitas manajemen tidak berdasar. 

Menurutnya, BEI memiliki protokol tata kelola yang matang, termasuk mekanisme suksesi otomatis yang memastikan keberlanjutan fungsi direksi tanpa hambatan.

“Ada sistem otomatis yang langsung bisa menggantikan Dirut dari direksi yang ada dengan cepat. Hal tersebut berjalan dengan baik,” ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, sebagaimana dilaporkan pada Minggu 1 Februari 2026.

Penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama dipandang sebagai bukti ketahanan kelembagaan bursa. 

Purbaya optimistis dinamika internal ini tidak akan memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka panjang.

Fokus pada Fundamental Ekonomi

Alih-alih terpaku pada isu manajerial, Menkeu mengajak pelaku pasar untuk kembali mencermati fundamental ekonomi nasional. 

Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dapat mendekati angka 6 persen, yang secara linear akan meningkatkan profitabilitas emiten di bursa.

"Keuntungan perusahaan yang tercatat di bursa akan naik. Seharusnya bursa juga menguat, jadi tidak perlu ada kekhawatiran berlebih," tambah Purbaya.

Ambisi Pasar Modal Kelas Dunia

Di sisi lain, Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmennya untuk membawa pasar modal Indonesia menuju standar global. 

Fokus utama kepemimpinannya saat ini adalah menyelaraskan transparansi dan tata kelola bursa dengan ekspektasi para penyedia indeks internasional.

“Komitmen kami adalah membangun pasar modal kelas dunia. Tidak hanya dalam nilai perdagangan dan kapitalisasi, tetapi juga unggul dalam transparansi,” jelas Jeffrey.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tekanan pasar baru-baru ini. Sebagai informasi, IHSG sempat mengalami volatilitas tinggi yang memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt) pada akhir Januari 2026. 

Hal ini dipicu oleh sentimen negatif terkait kemungkinan penyesuaian klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI dari Emerging Market menjadi Frontier Market akibat isu free float.

Jeffrey mengungkapkan bahwa pihak bursa telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai penyedia indeks global untuk mengakomodasi masukan terkait penataan pasar modal Indonesia agar tetap kompetitif di kancah internasional.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tanding Malam Ini! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Irak di Piala Asia Futsal 2026, Tayang di Tv Mana?
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Prioritas Utama Kerja Kepemimpinan Baru OJK
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Link Live Streaming Proliga 2026: Megawati Hangestri Cs Hadapi Bandung BJB Tandamata, Gresik Phonska Siap Sapu Bersih Kemenangan
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Mensesneg: Istana Proses Persetujuan Pengunduran Diri Tiga Pimpinan OJK
• 18 menit lalumatamata.com
thumb
Tertib Norma Bernegara: Menolak Tafsir Liar di Luar Undang-Undang
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.