Bisnis.com, MALANG — Optimisme konsumen di Malang, Jawa Timur, tetap terjaga pada Januari 2026 mengacu Survei Konsumen Bank Indonesia Malang.
Deputi Kepala Perwakilan BI Malang Dedy Prasetyo mengatakan survei pada Januari 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga pada level optimistis (indeks >100).
"Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 tercatat sebesar 152,2, relatif stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 152,8," kata Dedy Prasetyo dikutip Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini juga tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Januari 2026 sebesar 139,2 (dengan indeks >100).
IKE yang tetap tumbuh solid bersumber dari seluruh komponen indeks pembentuk yang masih menunjukkan optimisme dengan nilai >100.
Pada Januari 2026, indeks penghasilan saat ini tercatat sebesar 145,0, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 140,0.
Baca Juga
- Pendapatan Premi Asuransi di Jatim Tembus Rp12,312 Triliun
- Realisasi Belanja Negara Area KPPN Malang Capai 96,54%
- Realisasi Piutang Pembiayaan di Jatim Capai Rp45,8 Triliun
Sementara indeks ketersediaan lapangan kerja dan indeks pembelian durable goods masing-masing tercatat sebesar 132,0 dan 140,5, sedikit termoderasi sebesar 1,0 dan 2,5 poin dari bulan sebelumnya sebesar 133,0 dan 143,0.
Dia menegaskan bahwa ekspektasi konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi 6 bulan ke depan juga terpantau tetap solid. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Januari 2026 tercatat sebesar 165,2 (dengan indeks >100).
Berdasarkan komponen pembentuk, optimisme IEK bersumber dari seluruh komponen indeks pembentuk yang masih menunjukkan nilai >100.
Pada Januari 2026, indeks ekspektasi penghasilan dan ekspektasi ketersediaan lapangan kerja masing-masing tercatat sebesar 167,5 dan 160,0, termoderasi sebesar 4,5 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang masing-masing tercatat sebesar 172,0 dan 164,5.
Sementara itu, indeks ekspektasi kegiatan usaha tercatat meningkat 4,0 poin, dari 164,0 pada Desember 2025 menjadi 168,0 pada Januari 2026.
Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai terjaganya optimisme perekonomian ini adalah karena faktor stabilitas politik dan keamanan nasional serta di daerah.
Apalagi sebentar lagi momen Ramadan yang akan membuka embrio-embrio usaha baru untuk memenuhi peningkatan konsumsi masyarakat.
Optimisme ini, kata dia, juga akan menghadapi sejumlah tantangan seperti gangguan cuaca yang dapat meningkatkan risiko bencana alam sehingga akan mengganggu produksi dan distribusi komoditas pangan maupun mobilitas faktor produksi.





