Menteri PPPA Tekankan Sinergi Lintas Sektor dalam Penguatan SIMFONI PPA Versi 3

tvrinews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Medan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan bahwa penguatan koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. 

Penegasan tersebut disampaikan dalam dialog penguatan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) versi 3 berbasis manajemen kasus yang digelar di Medan, Sumatera Utara, Sabtu, 31 Januari 2026.

Arifah menekankan, SIMFONI PPA tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatat data, melainkan sistem terpadu untuk memastikan setiap kasus perempuan dan anak ditangani secara tuntas, berjenjang, dan terkoordinasi lintas sektor.

“SIMFONI PPA adalah upaya menyamakan langkah dan memperkuat sinergi dalam penanganan kasus perempuan dan anak. Sistem ini dirancang untuk mengawal proses penanganan kasus secara terintegrasi dan berbasis data, sehingga kualitas layanan bagi korban dapat terus ditingkatkan,”kata Arifah dalam keterangan tertulis, Minggu, 1 Februari 2026.

Ia berharap penerapan SIMFONI PPA versi 3 di Provinsi Sumatera Utara dapat berjalan optimal, tidak hanya sebagai sistem pendataan, tetapi juga sebagai instrumen pengawasan penanganan kasus yang responsif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Arifah mengungkapkan hasil kunjungannya ke Sentra Bahagia di Medan yang menunjukkan masih adanya anak-anak yang harus tinggal di sentra tersebut karena proses penanganan kasus yang belum selesai. Kondisi ini, menurutnya, menjadi refleksi penting bagi seluruh pihak untuk mempercepat dan menuntaskan penanganan kasus secara komprehensif.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PPPA juga menyoroti tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak yang justru dilakukan oleh orang-orang terdekat korban, termasuk anggota keluarga.

“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Keluarga seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak,” tegasnya.

Arifah menekankan pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan perlindungan anak, melalui komunikasi yang terbuka, penciptaan ruang aman bagi anak untuk bercerita, edukasi sejak dini mengenai batasan tubuh, serta peningkatan kepekaan orang tua terhadap perubahan perilaku anak.

Dialog penguatan SIMFONI PPA ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) tingkat provinsi serta kabupaten/kota, jajaran Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Sumatera Utara, Satres PPA-PPO, dan Unit PPA di wilayah hukum Polda Sumut.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat komitmen bersama dalam optimalisasi SIMFONI PPA sebagai sistem terpadu penanganan kasus perempuan dan anak yang akurat, responsif, dan berkelanjutan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rosan Roeslani Prediksi IHSG Rebound Senin Besok, Ini Penyebabnya
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
DPR: Calon Pengganti Pimpinan OJK-BEI Bukan dari Danantara & Direksi BUMN
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Rosan Tepis Rumor soal Rencana Rombak Direksi Bank Himbara
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Aldila Sutjiadi Jadikan Australian Open 2026 sebagai Bekal Bangun Kepercayaan Diri Jelang Turnamen Lanjutan
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Refly Harun Tantang Jokowi Buktikan Keaslian Ijazah di Pengadilan Solo
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.