Kemenag Perkenalkan Konsep Ekoteologi di Forum Internasional Mesir

matamata.com
4 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Kementerian Agama (Kemenag) memperkenalkan konsep ekoteologi dan peran strategis agama sebagai sumber harmoni sosial dalam seminar internasional di rangkaian Cairo International Islamic Book Fair, Mesir.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Lubenah Amir, menegaskan bahwa agama memiliki peran kunci dalam menjawab tantangan global, terutama krisis ekologis dan kemanusiaan yang saat ini saling berkaitan.

“Dunia modern tengah menghadapi krisis yang saling memengaruhi: krisis ekologis, krisis kemanusiaan, krisis makna, hingga krisis kepercayaan,” ujar Lubenah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Menurut Lubenah, agama tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai praktik ritual atau identitas formal. Sebaliknya, agama harus hadir sebagai kekuatan moral yang memperbaiki hubungan manusia dengan sesama, dengan Tuhan, dan dengan alam semesta.

Rahmat bagi Alam sebagai Landasan Lubenah menjelaskan, inti ajaran Islam adalah rahmat atau kasih sayang universal yang melampaui batas ruang dan waktu. Konsep ini menjadi landasan teologis bagi pengembangan ekoteologi dan pembangunan berkelanjutan berbasis agama di Indonesia.

“Pesan Islam sejak awal bersifat universal dan kosmik. Rahmat tidak hanya ditujukan kepada manusia, tetapi kepada seluruh alam,” tegasnya di hadapan peserta seminar internasional tersebut.

Meski demikian, ia mengakui adanya tantangan dalam praktik kehidupan modern. Nilai-nilai universal tersebut seringkali mengalami fragmentasi atau terputus dari kepekaan terhadap kerusakan lingkungan.

Implementasi Kebijakan Guna mengatasi hal tersebut, Kemenag berkomitmen menyulam kembali nilai-nilai luhur agama agar tidak sekadar menjadi wacana normatif, tetapi menjadi spirit dalam perilaku sosial dan kebijakan publik.

“Layanan keagamaan saat ini dirancang agar tidak berhenti pada aktivitas ritual, tetapi juga implementatif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan,” tambah Lubenah.

Langkah ini mempertegas posisi Indonesia di forum internasional sebagai negara yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan cinta kasih dalam setiap prioritas kebijakan keagamaannya. (Antara)

Baca Juga
  • Mensesneg: Istana Proses Persetujuan Pengunduran Diri Tiga Pimpinan OJK


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenkes Tegaskan Whip Pink Tak Boleh Disalahgunakan Seusai Kematian Lula Lahfah
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
Pendapatan Premi Asuransi di Jatim Tembus Rp12,312 Triliun
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Bursa Transfer AC Milan: Alphadjo Cisse Kian Dekat ke Stadion San Siro
• 17 jam lalugenpi.co
thumb
Dirut BEI hingga Ketua OJK Mundur, Pemerintah Pastikan Aktivitas Pasar Modal Tetap Normal
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Sita Dokumen Sejumlah Proyek dan Bukti Elektronik dari Kantor Wali Kota Madiun
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.