TABLOIDBINTANG.COM - Tika, istri Marcel Radhival alias Pesulap Merah meninggal dunia pada 27 Januari 2026. Tika meninggal setelah berjuang melawan penyakit langka yang perlahan menggerogoti tubuhnya sejak beberapa tahun terakhir.
Marcel mengungkap perjalanan medis sang istri yang penuh liku. Dari vonis Anemia Aplastik hingga kanker mulut yang awalnya hanya dianggap sariawan biasa.
Menurut Marcel, penyakit istrinya pertama kali terdeteksi pada 2022. Saat itu, dokter mendiagnosis Tika mengidap Anemia Aplastik, kondisi langka ketika sumsum tulang tidak lagi memproduksi sel darah merah secara normal.
“Penyakitnya sama seperti Babe Cabita. Jadi kelainan di sumsum tulang, di mana tulang sumsum itu nggak bisa menghasilkan sel darah merah lagi,” ungkap Marcel di Studio Trans TV, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Untuk mengontrol kondisinya, Tika diwajibkan mengonsumsi obat pengatur hormon setiap hari. Namun, kesalahpahaman sempat terjadi. Saat kondisi tubuhnya terasa membaik dan tak lagi merasakan keluhan, Tika menghentikan konsumsi obat tersebut.
“Pas lagi ngerasa sehat, sudah nggak ada efek apa-apa, dia berhenti minum obat. Dikira sudah sembuh,” terang Marcel.
Kondisi Tika kembali menurun pada 2024 hingga dosis obat harus ditingkatkan. Di tengah masa itu, muncul luka di mulut yang diduga hanya sariawan biasa. Marcel pun mengantar sang istri ke dokter bedah mulut untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Tiba-tiba muncul sariawan. Kita pikir sariawan biasa. Akhirnya aku anter ke dokter bedah mulut,” beber Marcel.
Kecurigaan dokter muncul karena luka tersebut tak kunjung sembuh. Mereka menyarankan biopsi, namun prosedur itu sempat ditunda lantaran Tika ingin menunaikan ibadah umrah terlebih dahulu tanpa terganggu rasa sakit.
Sepulang dari Tanah Suci, hasil biopsi menjadi pukulan telak. Luka yang selama ini dianggap sepele ternyata adalah kanker mulut dan membutuhkan tindakan operasi sesegera mungkin.
“Akhirnya ketahuan itu bukan sariawan. Itu kanker. Kanker mulut,” kata Marcel dengan suara berat.
Tika sempat menjalani dua kali operasi dengan pendampingan Marcel. Namun pada operasi ketiga, Tika memilih merahasiakan jadwal tindakan medisnya agar sang suami tak khawatir dan tetap bisa bekerja.
Takdir berkata lain, Tika mengembuskan napas terakhir di tengah perjuangan panjang melawan penyakitnya.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F31%2F3b5b99a3aac833a82c4cc68391b4abee-20260131TOK3.jpg)