GenPI.co - Militer Amerika Serikat menempatkan pertahanan dalam negeri sebagai prioritas, sementara dukungan bagi sekutu di Eropa dan kawasan lain akan dikurangi.
Dilansir AFP, Sabtu (31/1), hal itu tertuang dalam dokumen Strategi Pertahanan Nasional (National Defense Strategy/NDS) 2026 yang dirilis Pentagon.
Dokumen tersebut menandai pergeseran signifikan dari kebijakan pertahanan sebelumnya.
Kebijakan ini mengharuskan sekutu menanggung beban pertahanan lebih besar dengan dukungan Washington yang terbatas.
Pada saat yang sama, AS mengadopsi pendekatan yang lebih lunak terhadap China dan Rusia.
Dokumen terbaru ini mendorong "hubungan yang saling menghormati" dengan Beijing tanpa menyinggung Taiwan, sekutu AS yang diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya.
Ancaman dari Rusia pun digambarkan sebagai hal yang "berkelanjutan dan bisa dikelola", khususnya bagi negara anggota NATO di Eropa Timur.
NDS 2026 juga mengkritik pemerintahan sebelumnya karena dianggap mengabaikan keamanan perbatasan, sehingga banjir imigran ilegal dan maraknya perdagangan narkotika.
Dokumen itu menyebut keamanan perbatasan menjadi keamanan nasional.
Pentagon akan memprioritaskan penutupan perbatasan dan deportasi imigran ilegal.
NDS pun menempatkan Amerika Latin sebagai prioritas dalam agenda kebijakan luar negeri AS.
Pentagon akan memulihkan dominasi militer AS di Belahan Bumi Barat untuk melindungi tanah air dan memastikan akses ke wilayah strategis di kawasan tersebut.
Sejak kembali menjabat tahun lalu, Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengerahkan militer AS di Amerika Latin.
Misalnya, penggerebekan mendadak yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (*)
Lihat video seru ini:




