Ratusan ikan Dewa yang berada di Balong Girang, Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, mati mendadak. Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memeriksa langsung kolam tersebut, ia menemukan setidaknya 150 ekor ikan yang mati.
Ikan Dewa ialah ikan berjenis Kancra Bodas atau dalam bahasa latin disebut Cyprinus Carpico. Ikan ini dianggap sakral oleh masyarakat setempat karena mitos yang melingkupinya, yakni bahwa ikan itu ialah jelmaan prajurit Prabu Siliwangi. Mereka dikutuk menjadi ikan karena membangkang perintah raja Kerajaan Padjajaran tersebut.
"Ini balong keramat yang memang sudah puluhan tahun sebagai simbol wisata kuningan di wilayah barat. Saya mendapat kabar dari kemarin bahwa ini banyak ikan keramat yang mati. Saya barusan tadi cek udah sampai di atas 150 dari hari Rabu," kata Dian Rachmat dalam video yang dibagikan di Instagramnya, Minggu (1/2).
Dian menuturkan balong keramat itu sudah menjadi simbol wisata Kuningan sejak puluhan tahun lalu. Peristiwa kematian massal baru kali ini terjadi.
"Setelah saya lihat tadi memang ikan yang mati itu ada jamur, ada cacing, ikannya mulutnya putih," ujarnya.
Berbagai dugaan mencuat terkait penyebab kematian ratusan ikan tersebut. Salah satunya akibat cuaca ekstrem.
"Ini memang penyebabnya salah satunya mungkin dari perubahan cuaca ekstrem atau juga tadi kolam yang tidak dikuras atau ada lagi tadi mungkin kurang nutrisi, banyaklah," tuturnya.
Dalam keterangan video tersebut, Dian menulis, hasil peninjauan tim Dinas Perikanan dan pengelola menunjukkan bahwa kematian ini dipicu oleh anomali cuaca ekstrem yang membuat suhu air turun drastis, sehingga ikan mengalami stres. Kondisi ini diperparah dengan temuan parasit cacing jangkar (Lernaea sp.) yang menyerang daya tahan tubuh ikan saat mereka sedang lemah.
Saat ini pemerintah daerah bersama pihak pengelola sedang melakukan langkah darurat menggunakan ramuan tradisional untuk memulihkan kondisi kolam dan menekan penyebaran parasit.
"Mari kita doakan agar ekosistem di Balong Cigugur segera pulih kembali dan ikan-ikan keramat ini tetap lestari sebagai kebanggaan masyarakat Kuningan," demikian keterangan itu.




