Trump Rahasiakan Rencana Serbu Iran dari Sekutu Timur Tengah

viva.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

Washington, VIVA –Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran saat ini sedang “berbicara dengan” Washington, sebuah sinyal adanya peluang kesepakatan yang dapat menghindarkan kedua negara dari konfrontasi militer. 

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan, ketika pemimpin tertinggi Iran justru memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan memicu "perang regional". 

Baca Juga :
Trump Sebut India Bakal Beli Minyak dari Venezuela Bukan Iran, China Dipersilahkan Ikutan
Profil dan Rekam Jejak Kevin Warsh, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump

Komentar Trump disampaikan bersamaan dengan pengerahan kelompok tempur angkatan laut AS yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln ke perairan dekat Iran. Langkah tersebut menyusul ancaman Trump untuk campur tangan atas penindakan keras Teheran terhadap gelombang protes anti-pemerintah. 

"Rencananya adalah [Iran] sedang berbicara dengan kita, dan kita akan lihat apakah kita bisa melakukan sesuatu. Jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi… Kita memiliki armada besar yang menuju ke sana," kata Trump kepada Fox News. "Mereka sedang bernegosiasi, jadi kita akan lihat apa yang terjadi." 

Trump mengatakan para sekutu AS di kawasan tidak diberi tahu mengenai rencana tersebut dengan alasan keamanan. "Yah, kita tidak bisa memberi tahu mereka rencananya. Jika saya memberi tahu mereka rencananya, itu hampir sama buruknya dengan memberi tahu Anda rencananya – bahkan bisa lebih buruk," ujarnya. 

Berbicara kemudian pada hari Sabtu, Trump menolak mengungkapkan apakah ia telah mengambil keputusan terkait kemungkinan intervensi AS di Iran. Ia juga menghindari pertanyaan mengenai potensi keberanian Iran jika Washington mundur dari opsi serangan militer. 

"Beberapa orang berpikir demikian. Beberapa orang tidak," kata Trump kepada wartawan. 

Ia menegaskan bahwa Iran harus menegosiasikan kesepakatan yang "memuaskan" untuk mencegah negara itu memperoleh senjata nuklir. Namun, Trump mengaku belum yakin apakah Teheran akan memenuhi tuntutan tersebut. "Saya tidak tahu apakah mereka akan melakukannya. Tetapi mereka sedang berbicara dengan kami. Berbicara dengan kami secara serius." 

Sementara itu, kedatangan armada AS memicu kekhawatiran akan konfrontasi langsung. Iran sebelumnya memperingatkan akan membalas dengan serangan rudal terhadap pangkalan, kapal, dan sekutu AS — khususnya Israel — jika terjadi serangan militer. 

Pada hari Minggu, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan bahwa konsekuensi serangan AS akan meluas ke seluruh kawasan. 

Baca Juga :
Alasan Iran Sulit 'Diusik' Negara Manapun, Termasuk AS
Kisah Lama Terungkap: Donald Trump Pernah Bikin Sir Alex Ferguson Murka
Arab Saudi Khawatir Iran Semakin Kuat Jika Ancaman AS Tak Direalisasikan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mendagri Tito di Rakornas Pempus-Pemda: Samakan Langkah Wujudkan Asta Cita
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Pelantikan, Ketua DPW GAPEMBI Sulsel Lakukan Konsolidasi dan Pembentukan Panitia
• 10 jam laluterkini.id
thumb
Realisasi Investasi KEK Tembus Rp335 Triliun Sepanjang 2025
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Insentif Impor EV Disetop, Pemerintah Yakin Tak Ganggu Investasi Mobil Listrik
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Begini Cara Masak Ikan Bandeng Spesial Imlek Agar Daging Tidak Hancur, Ternyata Cuma Butuh Tambahan Bahan Dapur Ini
• 2 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.