Nama Chery C5 CSH mungkin masih terdengar asing, ya itu kalau Anda tidak bingung dengan lini kelompok produk pabrikan yang ada saat ini. Tetapi menariknya, kumparan sudah mencoba dan uji efisiensi konsumsi BBM dari SUV hibrida ini.
Apa spesialnya? Pertama, C5 CSH atau Chery Super Hybrid belum pernah tampil atau sekadar diperkenalkan terbatas kepada publik sebelumnya. Kedua, pabrikan justru menggelar test drive sederhana terlebih dahulu sebelum perilisan resmi.
Etapenya sederhana, berangkat dari Jakarta menuju jantung kota Semarang sekali perjalanan. Jarak yang ditempuh sudah pasti melewati 400 kilometer, dengan kondisi bensin penuh di awal dan tutup tangki yang disegel.
Desain Chery C5 CSHBerbicara tampang, C5 CSH tak ubahnya dengan saudara C5 dan E5 atau keluarga Omoda 5 sebelum berganti nama. Bodi mengurva dengan sudut dan tarikan garis dinamis, menegaskan karakter agresif sekaligus futuristik.
Perbedaan mencolok hanya pada bagian kaki-kaki yang disematkan desain velg berbeda. Tetap dengan skema dua warna yakni hitam dan aksen silver, membentuk pola seperti shuriken yang berputar.
Lampu utama dan buritan standar berteknologi LED, ada pilihan two tone untuk kelir putih bodinya. Oh iya, soal dimensi ia punya panjang 4.447 mm, lebar 1.824 mm, tinggi 1.588 mm, dan sumbu roda membentang 2.610 mm.
Masuk ke kabin, suasananya tidak asing. Chery bilang, C5 CSH merupakan perpaduan antara C5 reguler dan E5 yang seluruh elemen interiornya sama persis. Perbedaan hanya pada detail warna, aksen panel, corak jok, dan sebagainya.
Rasa berkendara dan performaDuduk di balik kemudi juga sama familiarnya bila Anda sudah pernah mencoba atau bahkan punya keluarga Chery Omoda 5 atau C5. Jok semi bucket dilapisi kulit sintetis sudah terdapat fungsi ventilasi untuk embusan angin.
Posisi duduk dapat dibuat fleksibel berkat pengaturan kemudi tilt and telescopic, sampai high adjustable seat dan seatbelt. Visibilitas terbilang apik karena kaca depan dan samping terbilang lebar, kecuali belakang yang agak menyempit.
Konsol tengah lebih minimalis dan rapi karena tuas transmisi ditempatkan di balik kanan kemudi. Makanya pabrikan dapat lebih banyak menyediakan ruang penyimpanan seperti cup holder, 50w wireless pad charger, hingga arm rest.
Tekan tuas ke bawah untuk masuk posisi D, mobil melaju dengan halus dari motor listrik penggerak berkekuatan 150 kW (setara 201,1 dk) dan torsi 310 Nm yang disalurkan ke dua roda depannya.
Selain nyaman digenggam karena sudah dibalut kulit sintetis, bobot kemudi yang terbilang sangat ringan ini ternyata dibekali fitur penghangat. Respons pedal rem juga pas dan moderat, sehingga tak membuat saya kagok saat coba pertama kali.
Bantingan suspensi cenderung keras, apalagi ditambah penggunaan profil ban 215/55 R18. Namun karena karakternya ini membuat Chery C5 CSH lebih asyik diajak bermanuver ketika dikemudikan.
Jangan lupakan mesin bakar internal dedicated hybrid engine (DHE) berkubikasi 1.500 cc dengan turbo yang sanggup produksi tenaga 140 daya kuda dan torsi 215 Nm. Dipadukan dedicated hybrid transmission (DHT), menyediakan tenaga yang isi terus.
Kombinasi mesin turbo dan hibridanya itu menjadikan C5 CSH seperti tak kehabisan tenaga, terutama diajak berkelana melintasi ruas Tol Trans Jawa. Namun masuk ke lalu lintas lebih padat dan pelan, motor listrik penggerak lebih dominan.
FiturLayaknya mobil lansiran merek China pada umumnya, C5 CSH sudah barang tentu bertabur fitur. Sebut saja panel layar di dasbor yang membentang 12,3-inci, dibagi untuk sistem hiburan multimedia touch screen dan multi information display (MID).
Pernak-pernik lainnya ada ambient light berbagai warna, sunroof, ventilated seat, chiller box, Sony speakers, 540 camera, hingga double layer glass untuk kaca pengemudi dan penumpang depan. Serta konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto.
Aspek keselamatan ditunjang 7-airbags, Advanced Driver Assistant System (ADAS) 14-fungsi, kontrol stabilitas, rear foglamp. Termasuk perlindungan baterai dari cairan hingga benturan yang ekstrem.
Konsumsi BBMSetelah menempuh hampir 12 jam, akibat sering kali berhenti karena mobil berjalan beriringan dengan grup lain, tiba saatnya untuk melihat konsumsi bahan bakar rata-rata berdasarkan hasil perhitungan komputasi MID.
Tempuh jarak 476,3 kilometer, efisiensi penggunaan bahan bakar mencapai 18,9 km/liter. Ini didapat dengan gaya mengemudi yang biasa dan mengikuti alur lalu lintas yang dilewati, mobil dihuni tiga penumpang dewasa.
Rata-rata kecepatan mobil di jalan tol dijaga agar tidak sering berada di atas 100 km/jam, sekaligus patuh pada aturan batas maksimal kecepatan yang berlaku. Sementara modus berkendara kami atur pada Eco Mode, sesekali Sport Mode.
Angka tersebut tidak terlalu jauh dari klaim pabrikan yakni 20,4 km/liter berdasarkan pengukuran NEDC. Fakta lainnya, mobil saya sempat menyentuh angka 22 km/liter pada momen tertentu, sebelum akhirnya naik atau turun.
KesimpulanChery C5 CSH yang akan dijadwalkan meluncur resmi di IIMS 2026 ini menawarkan alternatif pada segmen SUV hibrida di pasaran. Pabrikan membeberkan bahwa harganya akan di atas Tiggo Cross CSH yang saat ini paling mahal dilepas Rp 329 jutaan.
Juga dapat menjadi pilihan bagi Anda yang kurang cocok dengan lini keluarga C5 reguler bermesin turbo atau E5 yang sepenuhnya listrik. Apalagi, secara fitur dan desain tak berbeda signifikan.
ProsFitur kabin memadai dan kedap
Rasa berkendara dan mesin bensin punya karakter halus
Paduan performa buas dan efisiensi bahan bakar sekaligus.
Tampang tidak beda signifikan dibanding saudaranya C5 dan E5
Bobot kemudi terlalu ringan
Pengaturan AC lengkap berpusat pada layar di tengah, pada kasus tertentu agak sulit diakses cepat.




