Harga Minyak Melejit, Pasar Cermati Arah WTI Pekan Ini

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak mentah mencatat kenaikan mingguan paling tajam sejak Oktober, didorong ekspektasi potensi aksi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Harga Minyak Melejit, Pasar Cermati Arah WTI Pekan Ini. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Harga minyak mentah mencatat kenaikan mingguan paling tajam sejak Oktober, didorong ekspektasi potensi aksi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan.

Sentimen bullish juga diperkuat oleh hilangnya sebagian produksi minyak AS akibat badai musim dingin Fern.

Baca Juga:
Harga Emas Bergejolak, Bagaimana Nasib ANTM-BRMS Cs?

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup melemah 0,3 persen ke level USD65,21 per barel pada Jumat (30/1/2026), namun tetap membukukan kenaikan 6,8 persen sepanjang pekan.

Sementara itu, kontrak Brent untuk pengiriman Maret berakhir nyaris tidak berubah di USD70,69 per barel, tetapi melonjak 7,3 persen secara mingguan.

Baca Juga:
IHSG Pekan Ini Berpotensi Bangkit di Tengah Estafet Kepemimpinan BEI-OJK

Prospek Pekan Ini

Pergerakan harga minyak mentah dunia, khususnya WTI Crude Oil, terbilang relatif tertib dalam sepekan terakhir, meski tetap mencatatkan kenaikan bertahap.

Baca Juga:
Inflasi Awal 2026 Diproyeksi di Atas Target BI, Ini Penyebabnya

Dibandingkan gejolak tajam di pasar logam mulia maupun komoditas lunak seperti kakao dan kopi, volatilitas WTI masih tergolong moderat.

WTI mulai menguat pada Selasa dari kisaran USD60-an menuju area USD62 per barel, lalu melanjutkan kenaikan ke kisaran USD63 pada Rabu.

Momentum berlanjut pada Kamis dan Jumat, dengan pergerakan harga yang menunjukkan dorongan naik lebih jelas, namun tanpa lonjakan ekstrem.

Menurut analis Daily Forex Robert Petrucci, absennya pergerakan berkecepatan tinggi menunjukkan pasar minyak masih bergerak cukup ‘sopan’.

Meski demikian, ketenangan ini bisa saja berubah. Secara historis, pasar komoditas kerap mengalami lonjakan spekulatif secara siklikal, sementara WTI relatif tenang dalam beberapa bulan terakhir.

Petrucci menilai tren turun yang sebelumnya menekan harga WTI kini mulai kehilangan tenaga.

Dalam dua pekan terakhir, harga menunjukkan kemampuan berhenti melemah dan berbalik menguat.

Situasi geopolitik seperti Iran memang masih menjadi isu laten, namun belum tentu menjadi pemicu utama kenaikan harga saat ini.

Ia juga menyoroti bahwa pergerakan harga komoditas sering kali dibumbui berbagai narasi, mulai dari cuaca, konflik geopolitik, hingga isu politik global.

Namun pada praktiknya, pelaku besar pasar telah lama memperhitungkan faktor-faktor tersebut, termasuk aspek spekulasi dan perubahan sentimen.

“Masuknya lebih banyak pembeli ke sektor energi dalam dua pekan terakhir menjadi faktor penting,” tulis Petrucci.

Selain spekulasi, fundamental penawaran dan permintaan global yang masih cukup solid turut menopang harga minyak.

Untuk pekan ini, Petrucci memperkirakan kisaran spekulatif WTI berada di USD59,20 hingga USD70,10 per barel.

Area USD60 hingga pertengahan USD60-an kini berpotensi menjadi level support harga. Pertanyaan utama pasar adalah apakah area USD65 per barel mampu bertahan sebagai support baru.

Meski prospek jangka pendek terlihat konstruktif, Petrucci mengingatkan pentingnya manajemen risiko.

Harga WTI dikenal dapat berbalik arah dengan cepat, sehingga volatilitas mendadak tetap berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi pelaku spekulatif. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dukung Kapolri, Pengamat: Tolak Polri di Bawah Kementerian Ikhtiar Menjaga Demokrasi
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Komisi X DPR Sebut Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Fokus pada Penguasaan Teknologi
• 1 jam lalumatamata.com
thumb
Hadir Lebih dari Satu Dekade, BRILink Agen Ohim Berdayakan Warga dan Bangun Jejaring Usaha
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Persebaya Ditahan Imbang 1-1 Dewa United, Gagal Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Peluang Emas! Beasiswa Australia Awards Kembali Dibuka, Pelamar Masyarakat Indonesia Timur Harap Meningkat
• 16 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.