Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kepala Staf Kepresidenan (Kastaf) Muhammad Qodari memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) atas capaian kinerja pembangunan perumahan yang dinilai melampaui target nasional sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029.
Apresiasi tersebut disampaikan Qodari dalam Forum Peningkatan Integritas Pejabat di Lingkungan Kementerian PKP, Minggu, 1 Februari 2026.
Menurutnya, capaian ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial melalui pemenuhan kebutuhan dasar rakyat.
"Program perumahan bukan sekadar angka dan proyek fisik. Ini tentang bagaimana negara memastikan rakyat kecil bisa hidup lebih aman, lebih sehat, dan lebih bermartabat," ujar Qodari dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip pada Senin, 2 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa visi Presiden Prabowo Subianto sangat jelas, yakni memastikan masyarakat kecil dapat hidup lebih layak melalui kepastian hunian yang terjangkau dan berkualitas.
Qodari mengutip pidato Presiden Prabowo di Davos yang menekankan bahwa tugas seorang pemimpin adalah membuat rakyat kecil, terutama yang lemah dan miskin, bisa tersenyum.
"Tujuan akhirnya adalah membuat rakyat kecil bisa ‘iso ngguyu’. Salah satu jalannya adalah dengan memastikan mereka memiliki rumah yang layak," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Qodari memaparkan data capaian program perumahan tahun 2025. Berdasarkan RPJMN 2025–2029 yang mengacu pada Permen PKP Nomor 14 Tahun 2025, target pembangunan perumahan ditetapkan sebesar 360.112 unit. Namun realisasi di lapangan menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi.
"Pembangunan baru mencapai 579.403 unit dan peningkatan kualitas 169.172 unit, sehingga totalnya menjadi 748.575 unit. Ini berarti dua kali lipat dari target yang ditetapkan dalam RPJMN," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif dari berbagai pihak dan terobosan pembiayaan yang tidak hanya bergantung pada APBN, tetapi juga melibatkan pengembang, swadaya masyarakat, dan skema gotong royong.
Qodari juga menegaskan peran Kantor Staf Presiden dalam memastikan program perumahan berjalan sesuai arah Presiden. KSP, kata dia, secara aktif melakukan pengendalian, pengumpulan data, dan pemantauan langsung di lapangan terhadap berbagai program prioritas, termasuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
"Saya sering turun langsung untuk melihat bagaimana FLPP dan BSPS dilaksanakan. Ini penting agar program benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," tuturnya.
Menurut Qodari, keberhasilan pembangunan perumahan memiliki makna yang sangat dalam bagi rakyat kecil. Tidak ada kebahagiaan yang lebih nyata dibandingkan ketika sebuah keluarga akhirnya memiliki rumah pertamanya.
"Orang yang dapat rumah pertama itu pasti tersenyum. Di situlah kita tahu bahwa kerja kita benar-benar menyentuh kehidupan rakyat," imbuhnya.
Editor: Redaktur TVRINews





