MerahPutih.com - Kepolisian masih menyelidiki asal-usul tabung gas tertawa berwarna merah muda atau whip pink di apartemen pemengaruh (influencer) Lula Lahfah, selegrab yang ditemukan meninggal pada Jumat 23 Januari lalu.
Meski perkara kasus Lula dihentikan dalam proses penyelidikan, kepolisian menegaskan tetap memantau peredaran dan penyalahgunaan tabung N2O.
“Tetapi penyelidik sudah mendalami dari mana asal-usul barang itu dikirim. Ini kan sudah mendalam,” Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat dikonfirmasi media, dikutip Senin (2/2).
Kombes Budi menambahkan pendalaman temuan gas whip pink itu turut melibatkan Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Ditnarkoba) serta Kementerian Kesehatan.
Baca juga:
Polisi Temukan Tabung Pink dan Bercak Darah di Apartemen Lula Lahfah
Temuan di TKPTabung whip pink berukuran 2.050 gram ditemukan di kamar asisten almarhum saat olah tempat kejadian perkara (TKP).
Tak hanya itu, polisi juga menemukan satu kotak berwarna pink berisi 44 tablet obat-obatan di dalam apartemen Lula Lahfah.
Lula yang juga kekasih artis Reza Arap ini ditemukan meninggal di kamar apartemennya kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1) dua pekan lalu.
Baca juga:
Tren Mabuk Gas Tertawa Whip Pink, Ternyata Bahayanya Luar Biasa
Efek Whip PinkMeski tabung whip pink belum masuk kategori narkotika di Indonesia, tren global menunjukkan peningkatan kasus penyalahgunaan, terutama di kalangan remaja.
Whip pink (N2O) sering digunakan untuk efek euforia. Padahal, efek penggunaan N2O di luar konteks medis dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan.
Gas ini dijual bebas di platform belanja daring dengan kedok alat pembuat krim kocok (whipped cream). Modus utama berupa penjualan tabung kecil (cartridge) yang seharusnya untuk dispenser krim, namun disalahgunakan untuk efek mabuk. (*)





