jpnn.com, JAKARTA - Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menghentikan aktivitas ekonomi masyarakat.
Merespons kondisi tersebut, Amartha.org melalui portal penggalangan donasi dan zakat, Amartha Empower, yang dibangun Amartha dalam rangka mendorong dampak berkelanjutan bagi masyarakat daerah, mengajak publik untuk bergotong royong sekaligus menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
BACA JUGA: Luar Biasa, Praktik Digitalisasi UMKM Amartha Menginspirasi Lembaga Keuangan Mikro Asia
Chairman Amartha.org Aria Widyanto menyampaikan sejak awal bencana, Amartha berkoordinasi langsung dengan tim di lapangan untuk memastikan keselamatan dan dukungan dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama di wilayah nasabah Amartha tinggal, yang mayoritas adalah perempuan pelaku usaha mikro.
“Perempuan adalah fondasi ketahanan ekonomi keluarga. Ketika mereka terdampak bencana, pemulihan ekonomi akan berjalan jauh lebih lambat. Karena itu, Amartha memprioritaskan bantuan yang relevan bagi masyarakat dan perempuan pengusaha mikro di wilayah bencana. Di fase awal, Amartha.org menyalurkan bantuan logistik kepada lebih dari 32.000 warga terdampak," tutur Aria Widyanto.
BACA JUGA: Kantongi Izin Bank Indonesia, Amartha Siap Berinovasi Teknologi Digital Secara Lengkap
Bantuan logistik yang disalurkan melalui Amartha Empower meliputi 7.000 liter air bersih, pembukaan dapur umum, pembagian paket perlengkapan kebersihan, dan peralatan sekolah untuk anak-anak.
Selain itu, Amartha melihat penyintas perempuan masih menghadapi tekanan emosional yang dapat menghambat pemulihan ekonomi keluarga.
BACA JUGA: Amartha 10X Run 2025 Ajak Masyarakat Lampaui Batas Diri dengan Lari Half Marathon
Sejalan dengan temuan World Health Organization, dampak psikologis pascabencana berpengaruh terhadap proses pemulihan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi seperti daerah terdampak banjir di Sumatra.
“Amartha juga merasa perlu memberikan dukungan pemeriksaan kesehatan mental dan psikososial kepada perempuan dan anak-anak terdampak. Inisiatif ini ditujukan untuk membantu penyintas mengelola trauma, membangun kembali kepercayaan diri, serta mempercepat proses pemulihan agar dapat kembali beraktivitas secara produktif,” jelas Aria.
Aria menambahkan dalam upaya penanganan bencana, Amartha Empower tidak hanya mengelola donasi dari publik tetapi juga berkolaborasi dengan sejumlah donatur institusional. Secara keseluruhan, dana kolektif yang dihimpun dan disalurkan mencapai lebih dari Rp 2,5 miliar.
"Implementasi program di lapangan turut melibatkan sinergi dan berbagai lembaga kemanusiaan lokal guna memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran, seperti Salam Aid, ASAR Humanity, dan PPPA Darul Quran,” kata Aria.
Melalui Amartha Empower, Amartha terus mengajak publik untuk berpartisipasi dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak banjir di Sumatra dan Aceh.
Donasi yang terkumpul akan disalurkan secara transparan dan berkelanjutan untuk mendukung pemulihan sosial dan ekonomi penyintas.
Ana Noftika, warga Kabupaten Agam menuturkan bahwa banjir menghilangkan rumah sekaligus tempat usahanya.
“Banjir kemarin menghabiskan rumah sekaligus tempat usaha saya. Kami sekeluarga merasa sangat cemas, tetapi dengan saling menguatkan, kami berusaha bangkit kembali,” kata Ana. (rhs/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
BACA ARTIKEL LAINNYA... Aniaya Anggota Banser, Habib Bahar Jadi Tersangka
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti


