EtIndonesia. Seiring pengumuman resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengenai pemeriksaan terhadap Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC), Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan CMC, Liu Zhenli, gelombang rumor mengenai konflik internal elite militer Tiongkok terus meluas dan kian sulit dibendung.
Dalam beberapa hari terakhir, berbagai klaim tidak terverifikasi menyebutkan bahwa Zhang Youxia telah ditahan secara rahasia di sebuah fasilitas militer dan bahkan mengalami penyiksaan. Bersamaan dengan itu, publik di berbagai wilayah Tiongkok melaporkan aktivitas militer tidak lazim, mulai dari penerbangan pesawat tempur intensif, konvoi kendaraan militer berskala besar, hingga suara dentuman keras yang terdengar berulang kali.
Klaim Penahanan Zhang Youxia dan Dugaan Peran Cai Qi
Isu terbaru diungkap oleh Hu Liren, mantan pengusaha Shanghai yang kini bermukim di Amerika Serikat. Dalam program media pribadinya, Hu mengaku memperoleh informasi langsung dari Beijing mengenai lokasi penahanan Zhang Youxia.
Menurut Hu, Zhang Youxia diduga ditahan di pusat pelatihan Biro Pengawal Pusat yang terletak di Gu’an, wilayah perbatasan antara Beijing dan Langfang, Provinsi Hebei, tepat di selatan Bandara Internasional Beijing Daxing. Dia juga mengklaim bahwa Zhang mengalami perlakuan kejam selama proses interogasi.
Lebih jauh, Hu menyebut bahwa Cai Qi, tokoh inti PKT yang dikenal berhaluan keras, disebut-sebut berada di lokasi yang sama dan diduga memimpin langsung proses interogasi terhadap Zhang Youxia.
Hu mengaitkan dugaan ini dengan rekam jejak Cai Qi pada tahun 2017, saat dia memimpin pembersihan besar-besaran terhadap kelompok yang disebut “penduduk kelas bawah” di Beijing. Kala itu, Cai Qi secara terbuka menyatakan bahwa aparat harus “menggunakan pisau dan senjata” serta tidak takut menghadapi benturan keras di lapangan. Pernyataan tersebut kembali dikutip warganet sebagai gambaran gaya kepemimpinan Cai Qi yang keras dan tanpa kompromi.
Keheningan Tak Lazim Militer dan Lonjakan Aktivitas Berskala Besar
Setelah nama Zhang Youxia dan Liu Zhenli mencuat, komando militer PKT di berbagai komando teater justru terdiam. Tidak ada pernyataan publik yang menunjukkan dukungan atau kesetiaan kepada Xi Jinping, sesuatu yang dinilai tidak lazim dalam tradisi politik PKT.
Sebaliknya, media sosial dibanjiri rekaman video aktivitas militer. Di Weifang, Provinsi Shandong, warga melaporkan dentuman keras misterius yang terdengar selama tiga hari berturut-turut.
Pada pagi 28 Januari 2026, pengguna Douyin di Weifang mengunggah video yang merekam suara gemuruh panjang di udara. Sebagian mengira suara tersebut berasal dari petasan, namun banyak pula yang menilai bunyinya lebih mirip rentetan senapan mesin atau artileri otomatis.
Weifang diketahui merupakan lokasi Brigade Gabungan ke-69 dari Grup Angkatan Darat ke-80 PLA, serta basis Divisi Penerbangan ke-50 Angkatan Udara PLA. Warganet setempat menyatakan suara dentuman terdengar dari pagi hingga sore, bahkan membangunkan warga di tengah malam, memicu spekulasi bahwa latihan militer besar atau mobilisasi darurat tengah berlangsung.
Konvoi Pasukan di Anhui dan Dugaan Status Siaga Tempur
Pada 31 Januari 2026, seorang warganet dari Provinsi Anhui mengunggah video yang menunjukkan puluhan bus putih pengangkut pasukan dan truk militer hijau berkanvas bergerak beriringan dalam konvoi panjang di jalan raya.
Secara struktural, kekuatan darat di Anhui berada di bawah Komando Teater Timur PLA, dengan Grup Angkatan Darat ke-71 sebagai kekuatan utama. Skala konvoi tersebut menimbulkan dugaan bahwa militer tengah menjalankan mobilisasi tingkat tinggi.
Laporan lain dari warga melalui media independen menyebutkan bahwa seluruh militer PKT telah memasuki status siaga tempur tingkat satu, serta membatasi komunikasi dengan dunia luar. Disebutkan pula bahwa Komisi Militer Pusat berada dalam kondisi lumpuh, menyebabkan rantai komando tidak sepenuhnya berfungsi.
Isu Baku Tembak di Zhongnanhai dan Manuver Elite Politik
Sebelumnya, pada 27 Januari 2026, seorang warganet mengunggah video yang mengklaim terdengar suara mirip baku tembak di sekitar Zhongnanhai, kompleks elite kepemimpinan PKT di Beijing. Mengingat kawasan tersebut secara ketat melarang suara tembakan pada malam hari, rumor tentang konflik internal bersenjata pun merebak luas.
Media independen Shanghe Dongfu mengklaim bahwa satu pihak yang terlibat adalah pasukan pengawal Zhongnanhai yang loyal kepada Xi Jinping, sementara pihak lain disebut sebagai unit mobilisasi khusus yang berafiliasi dengan Zhang Youxia. Dalam tekanan berbagai faksi, Cai Qi dikabarkan berpotensi segera tersingkir.
Menariknya, setelah pengumuman resmi PKT, nama Cai Qi, Zhang Youxia, dan Liu Zhenli mendadak tidak dapat ditemukan di platform Xiaohongshu, memicu spekulasi adanya pembersihan digital terkoordinasi.
Manuver Tokoh Lama dan Situasi Pemerintahan Daerah
Sumber-sumber internal juga menyebutkan bahwa Panglima Komando Teater Tengah Han Shengyan dan Panglima Komando Teater Timur Yang Xuebin—keduanya disebut berafiliasi dengan Hu Jintao—dilaporkan telah melakukan kontak dengan kelompok sesepuh partai, menunggu perkembangan selanjutnya.
Hingga akhir Januari, pemerintahan daerah masih berjalan normal. Chen Xiaojang dilaporkan telah kembali ke Xinjiang. Keluarga Zhang Youxia dan Liu Zhenli juga belum mengalami penangkapan besar-besaran, dan Grup Angkatan Darat ke-82 belum terlibat bentrokan bersenjata terbuka dengan Biro Pengawal Pusat maupun Kementerian Keamanan Negara. Meski demikian, para pengamat menilai situasi berada dalam fase sangat rapuh, di mana konflik dapat pecah sewaktu-waktu.
Isu Epstein dan Dampak Citra Internasional PKT
Di tengah derasnya rumor kudeta di Beijing, perhatian internasional turut tertuju pada perkembangan di Amerika Serikat. Departemen Kehakiman AS dilaporkan merilis jutaan dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein.
Dalam sejumlah email yang berasal dari November 2015, Epstein menyebut hubungan dekat antara Pangeran Andrew dan Xi Jinping, termasuk rencana kunjungan ke Tiongkok serta upaya mempertemukan Andrew dengan Reid Hoffman. Dalam korespondensi lain kepada Jes Staley, Epstein menyiratkan bahwa Pangeran Andrew ingin membantu JPMorgan dan Kynaston menembus pasar Tiongkok.
Meski tidak terdapat bukti langsung yang mengaitkan Xi Jinping dengan kejahatan Epstein, pengungkapan dokumen ini kembali memicu kewaspadaan global terhadap praktik “elite capture” oleh PKT, sekaligus semakin merusak citra internasional Beijing di tengah krisis politik domestik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Kesimpulan sementara: Hingga awal Februari 2026, informasi resmi masih sangat terbatas, sementara rumor terus berkembang cepat. Yang jelas, ketegangan politik dan militer di jantung kekuasaan Tiongkok tengah berada pada titik kritis, dengan implikasi yang berpotensi mengguncang stabilitas internal dan hubungan internasional negara tersebut.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484984/original/062558000_1769490788-wali_kota_jakarta_barat.jpg)