Lebih dari 2 Bulan Banjir Berlalu, Jalur Aceh Timur-Gayo Lues masih Putus Total

mediaindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita

SUNGGUH miris nasib penyintas banjir di kawasan Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Selain rumah hancur, lahan sawah tertimbun, dan areal kebun tertutup longsor, aktivitas perekonomian mereka terganggu luar biasa. 

Pasalnya akses jalur darat yang menghubungkan Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues-Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, tertutup total. Dari 43 km jarak antara Serbajadi-Pining, 20 km di antaranya hancur parah dan tidak bisa dilewati kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4.

Penelusuran Media Indonesia, Sabtu (31/1), kerusakan paling parah itu berada di antara Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, dan Desan Lokop, Kecamatan Serbajadi. Ironisnya sudah dua bulan lebih banjir Sumatra berlalu hingga kini jalur itu masih rusak total. 

Baca juga : Hampir 2 Bulan Banjir Berlalu, Penderitaan Warga di Gayo Lues Belum Berakhir

Akibatnya puluhan ton hasil bumi di Kecamatan Pining, seperti pisang, kemiri, kakao, dan palawija lainnya tidak bisa diangkut untuk dipasarkan ke Aceh Timur dan ke daerah lainnya. Lalu hasil panen raya buah durian sebulan terakhir sempat membusuk tidak bisa dipasarkan melalui jalur ke Aceh Timur itu. 

Kepala Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Kamaruddin, mengatakan, pasokan beras dari Aceh Timur untuk Kecamatan Pining juga terhenti total. Karena tidak ada pasokan beras dari pasar Aceh Timur, warga Desa Pasir Putih, Gayo Lues, itu sudah dua bulan lebih hidup dengan bantuan bahan pokok dari bantuan donatur swasta dan pemerintah. 

Dikatakan Kamaruddin, pihaknya sangat berharap jalur Lokop, Serbajadi-Pasir Putih, Pining segera diperbaiki. Pasalnya wilayah Lokop, Serbajadi dan Pasir Putih, Pining sangat erat kaitannya. Selain kaitan kebutuhan dagang, juga banyak di antara penduduk di perbatasan dua kabupaten yaitu Gayo Lues dan Aceh Timur yang merupakan kerabat.

Baca juga : 40 Hari Pascabanjir, Kondisi Warga Gayo Lues masih Memprihatinkan, Perbaikan Akses Jalan Lamban

Koordinator Relawan Lintas Komunitas yang sudah sepekan berada di Pining, Hadityo, kepada Media Indonesia mengatakan, pihaknya telah melakukan survei menelusuri kerusakan badan jalan sepanjang pegunungan itu. Dari sekitar 40 km badan jalan antar perbatasan dua kabupaten itu, 20 km di antaranya rusak cukup parah sehingga tidak mungkin ditembus kendaraan roda 4 dan roda dua. 

"20 km harus jalan kaki karena belum bisa lewat mobil dan motor, serta jalurnya sangat terjal. Kami mendorong pemerintah segera turunkan alat berat," tutur Hadityo. 

Lalu ada informasi yang menyebutkan, mulai Minggu (1/2) alat berat jenis eskavator sudah menuju lokasi kerusakan itu. Bahkan mereka memulai dari dua arah yaitu arah Lokop ke Pining dan dari arah Pining ke Lokop. Harapannya informasi tersebut benar sehingga akses jalan bagi masyarakat bisa segera diperbaiki. (MR/E-4)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pegawai SPPG Diangkat jadi PPPK, DPRD DIY: Jangan Abaikan Ribuan Guru Honorer
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Daftar 8 Tim Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Awal Mula Kasus Bahar Bin Smith, Resmi Tersangka atas Dugaan Penganiayaan Anggota Banser
• 23 jam laludisway.id
thumb
Tangis Nenek Saudah di Rapat DPR, Minta Keadilan atas Penganiayaan di Pasaman
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Ibas Dukung Perbaikan Pasar Modal dan Reformasi Ekonomi Berkeadilan
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.