Bisnis.com, JAKARTA – Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir pada Senin (2/2/2025) mendatangi Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB.
Kehadiran Danantara tersebut untuk memantau pertemuan yang dilakukan BEI dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang diagendakan sore hari ini secara daring.
"Saya hanya mengikuti saja, nonton saja di sini. Nanti yang meeting adalah IDX [BEI]," ujar Pandu saat ditemui, Senin (2/2/2026).
Pandu menegaskan kehadiran Danantara dalam pertemuan BEI dengan MSCI tersebut hanya sebatas investor institusi.
"Kami hanya pembeli saham, kami ikut membeli saham bagian dari ini, karena kami merasa saham-saham di Indonesia itu menarik karena ekonominya juga bagus, dan saya rasa valuasinya sangat menarik," kata Pandu.
Pandu juga membeberkan dalam pertemuan BEI dengan MSCI tersebut akan membahas tentang masukan-masukan dari MSCI ihwal transparansi dan perbaikan data pasar modal Tanah Air.
Baca Juga
- Pulihkan Kepercayaan Investor, Danantara Desak Reformasi Total Pasar Modal
- Danantara Tekankan Transparansi, Ingatkan Risiko Praktik Saham Gorengan
- Bos Danantara Sebut Asing Bisa Jadi Pemegang Saham usai Demutualisasi BEI
Sebagaimana diketahui, pembicaraan antara MSCI dan BEI ihwal metodologi perhitungan free float indeks saham Indonesia sejak akhir 2025 tak membuahkan hasil, membuat MSCI pada 27 Januari 2026 mengumumkan pembekuan sementara rebalancing indeks saham Indonesia.
Indeks saham Indonesia di MSCI juga terancam turun kasta ke frontier market jika otoritas bursa Tanah Air tak mampu memberikan perbaikan transparansi data yang diminta. Dalam perkembangannya, sore hari ini, Senin (2/2/2026) telah diagendakan pertemuan antara MSCI dan BEI secara daring.
"Tentu kan tadi yang kita bicarakan, yang sudah dibaca semua kan ada [pembahasan] soal keterbukaan, soal bagaimana dari sisi pemegang saham, soal free float," ujarnya.
Sebagai market participant, lanjut Pandu, yang paling penting dibahas adalah salah satunya ihwal keterbukaan informasi, soal pemegang saham, dan berikutnya bagaimana otoritas bursa dapat mengeksekusinya.
Menurutnya, perbaikan transparansi pasar tersebut juga akan mempermudah investor institusi seperti asuransi dan dana pensiun masuk ke pasar saham.
"Jadi ini semua bertahap, tapi kita harus komunikasi step by step-nya. Yang penting kan make sense, dan MSCI kan memberikan waktu sampai bulan Mei," pungkasnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





