Setiap orang pasti punya mimpi dalam hidupnya. Kita tentu sudah sangat familiar dengan mimpi-mimpi yang sering kita ucap sewaktu kecil. Ingin menjadi dokter, arsitek, guru, penulis, seniman, ibu rumah tangga, atlet, dan masih banyak lagi. Apa pun mimpinya, semua terasa begitu masuk akal dan begitu dekat seperti ada di ujung jemari untuk bisa diraih.
Seiring beranjak dewasa, mimpi perlahan padam, digantikan oleh realitas kehidupan yang tidak berjalan dengan apa yang direncanakan. Kita terpaksa menjadi sosok yang bukan kita bayangkan selama ini. Seketika, merelakan mimpi-mimpi berlayar pergi tanpa pernah berlabuh terasa jadi jauh lebih mudah daripada harus mengarungi kerasnya lautan.
Beauties, ingatkah bahwa mungkin ada setitik bagian dari mimpi ini yang membuat api di dalam hati kita tetap menyala? Mendorong kita untuk bergerak maju meski diterpa rasa ragu. Mimpi ini yang mengajak kita berlayar di lautan luas, menguatkan di saat badai menerpa, menemani di malam-malam sunyi, hingga kita sampai di tujuan.
Di perjalanan wujudkan mimpi, mungkin kita akan bertemu seseorang yang sama antusiasnya dengan kita. Percaya dengan apa yang bisa kita tawarkan untuk dunia di saat diri sendiri merasa ragu dan kecil. Saling menyemangati saat semesta sedang tidak di pihak kita.
"Hidupkan lagi mimpi-mimpi.
Cita-cita
yang lama kupendam sendiri
Berdua, ku bisa percaya."
Familiar dengan penggalan lirik di atas, Beauties? Ya, lagu Perahu Kertas yang dinyanyikan oleh artis dan musisi Maudy Ayunda merupakan OST dari film bertajuk serupa yang diadaptasi dari novel legendaris dengan judul serupa pula, Perahu Kertas, karya Dewi Lestari.
Pertama kali berlayar pada 2007 dalam format novel, lalu diadaptasi menjadi film, kini Perahu Kertas telah berlayar ke panggung musikal. Melalui kisah Kugy dan Keenan yang magis, hangat, dan penuh harapan, kita diajak untuk berani hidupkan kembali mimpi-mimpi yang mungkin sempat terkubur.



