Jakarta, ERANASIONAL.COM – Aktris Dian Sastrowardoyo membagikan pengalaman tak terlupakan yang dialaminya saat menjalani proses syuting film drama fantasi Esok Tanpa Ibu garapan sutradara Ho Wi-ding. Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika Dian terjatuh dari kuda saat pengambilan gambar di kawasan Lembang, Jawa Barat.
Dian mengungkapkan, insiden tersebut terjadi secara tak terduga ketika kuda yang ia tunggangi tiba-tiba panik dan stres. Saat itu, kondisi di lokasi syuting cukup ramai karena kendaraan produksi sedang berpindah tempat parkir.
“Kudanya stres karena mobil produksi lagi pada pindah parkir. Akhirnya kudanya berdiri, saya lagi di atas dan terjatuh,” ujar Dian di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.
Meski sempat terkejut, Dian mengaku dirinya cukup menikmati pengalaman menunggang kuda tersebut. Ia bahkan berniat bernostalgia dengan masa kecilnya saat sering naik kuda di kawasan Puncak, Bogor.
“Saya kan ingin naik kuda seperti masa kecil dulu di Puncak Bogor, kalau ini kuda Lembang,” katanya sambil tersenyum.
Dian mengatakan dirinya tidak menyangka kuda yang ia tunggangi akan bereaksi panik ketika mendengar suara knalpot kendaraan. Beruntung, ia tidak mengalami cedera serius dalam kejadian tersebut.
“Untungnya saya jatuh dan tidak terinjak kudanya. Kudanya malah lebih panik daripada saya. Nafasnya ngos-ngosan, hidungnya sampai kembang-kempis. Tapi saya bersyukur masih selamat,” tutur Dian.
Aktor Ringgo Agus Rahman, yang turut menyaksikan kejadian tersebut, menuturkan bahwa kuda yang ditunggangi Dian berukuran cukup besar dan tinggi. Menurutnya, situasi itu cukup menegangkan bagi kru di lokasi syuting.
“Kudanya besar dan tinggi, bukan seperti kuda-kuda di kebun binatang. Setelah Dian jatuh, talinya masih tetap dipegang sama dia untuk menenangkan kudanya,” ujar Ringgo.
Ringgo bahkan sempat meminta Dian untuk melepaskan tali kuda demi keselamatan dirinya. Ia khawatir insiden tersebut akan mengganggu jadwal syuting jika kondisi tidak segera terkendali.
“Padahal lepas dulu aja boleh, nanti enggak syuting nih gue, jadwal lo berantakan nanti,” katanya.
Menurut Ringgo, menenangkan kuda yang sedang stres bukanlah hal mudah. Ia menilai dalam kondisi tersebut, kuda justru perlu diberi ruang untuk menenangkan diri secara alami.
“Bukan saya enggak cinta binatang, tapi waktu itu kudanya stres. Biarin dia cari jalannya sendiri buat tenang. Dian-nya boleh kami selamatkan dulu, karena kudanya ditenangkan juga masih ngamuk-ngamuk,” ucap Ringgo.
Film Esok Tanpa Ibu diproduksi oleh BASE Entertainment, Beacon Film, dan Refinery Media. Film ini turut dibintangi oleh Ali Fikry yang memerankan karakter Rama, anak dari tokoh Ibu (Dian Sastrowardoyo) dan Bapak (Ringgo Agus Rahman).
Rama digambarkan sebagai remaja yang sangat dekat dengan ibunya, namun kerap tidak sepaham dengan sang ayah. Konflik keluarga semakin rumit ketika sang ibu mengalami koma, memaksa Rama untuk membangun kembali kedekatan dengan ayahnya.
Dalam perjalanannya, Rama bersahabat dengan Zyla (diperankan Aisha Nurra Datau), seorang remaja yang paham teknologi. Bersama Zyla, Rama merancang i-BU, sebuah kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang diprogram menyerupai ibunya, baik dari segi wajah, suara, maupun ingatan.
Perjalanan emosional Rama dan Zyla menjadi inti cerita film ini, terutama dalam upaya mereka menjadikan teknologi sebagai sarana untuk merangsang kembali kerja otak sang ibu.





