JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi Jalan Mitra Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara, dikeluhkan sejumlah pengendara karena rusak parah dan dinilai membahayakan keselamatan.
Jalan berlubang, permukaan bergelombang, hingga genangan air saat hujan kerap menyulitkan kendaraan yang melintas.
Dwi (29), salah seorang pengendara yang rutin melewati ruas jalan tersebut, mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan belum ditangani secara serius. Menurut dia, lubang di badan jalan sangat berisiko, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Baca juga: Jalan Mitra Bahari Penjaringan Rusak Parah, Pengendara Kerap Terjatuh
"Jalan itu kan banyak yang bergelombang terus di sisi kiri sering tergenang kalau hujan gede. Apalagi banyak orang yang lawan arah dan itu membahayakan juga sebenernya," ucap Dwi saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Senin (2/2/2026).
Ia mengaku pernah mengalami kecelakaan ringan akibat kondisi jalan yang licin dan berpasir.
"Pernah kegilincir karena banyak pasir dan licin. Apalagi kalau hujan jadi lumpur," tuturnya.
Dwi juga mempertanyakan upaya perbaikan yang dinilainya tidak maksimal. Hingga kini, menurut dia, lubang besar di jalan tersebut hanya diberi penanda berupa kerucut lalu lintas berwarna oranye.
"Parah banget sebenernya, apalagi pas kami belok itu lubang gede banget. Saya bingung engga dibenerin padahal udah lama tapi engga pernah dibenerin," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Chairul (37), pengendara lain yang kerap melintas di Jalan Mitra Bahari. Ia menilai kondisi jalan semakin berbahaya saat hujan deras karena lubang tertutup genangan air sehingga sulit terlihat.
"Apalagi kalau lagi ujan, kerendem air jadi gatau ada lobang. Bahaya itu bisa mencelakakan pengendara yang lewat. Untung saya sering lewat makanya tau posisi lubangnya," katanya saat ditemui Kompas.com di sekitar lokasi, Senin.
Baca juga: Warga Harap Jalan Rusak di Penjaringan Diperbaiki: Jangan Ditambal Sulam, Dicor
Selain membahayakan keselamatan, Chairul menilai kerusakan jalan juga berdampak pada kelancaran lalu lintas. Pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan untuk menghindari lubang, terutama di kawasan perempatan.
"Jadi pelan-pelan mereka, mengihindari jalan yang rusak. Di situ juga perempatan dari arah Gedong Panjang dan sebaliknya, jadi bisa numpuk di situ," tuturnya.
Chairul berharap perbaikan Jalan Mitra Bahari dilakukan secara menyeluruh dan permanen, bukan sekadar tambal sulam.
"Harapannya sih segera diperbaiki, lebih permanen jangan ditambal sulam dengan aspal aja. Kalau bisa dicor karena dibawah gorong-gorong," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, kerusakan Jalan Mitra Bahari kerap menyebabkan pengendara terjatuh. Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi, Senin (2/2/2026) pagi, terdapat sedikitnya lima lubang di area belokan jalan tersebut.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5289607/original/098662900_1753074718-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_12.09.59.jpeg)