Saham Gorengan Jadi Perbincangan, Anindya Bakrie: Edukasi Penting bagi Investor Ritel

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kadin Indonesia turut menyoroti isu saham gorengan yang menjadi perbincangan hangat di tengah runtuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Saham Gorengan Jadi Perbincangan, Anindya Bakrie: Edukasi Penting bagi Investor Ritel. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia turut menyoroti isu saham gorengan yang menjadi perbincangan hangat di tengah runtuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menekankan pentingnya edukasi bagi para investor, khususnya investor kecil atau ritel. Sebab, itu merupakan kunci utama untuk menghadapi fenomena saham gorengan.

Baca Juga:
Prabowo Perintahkan Penataan Pasar Modal, Berantas Praktik Saham Gorengan

Dia mengungkapkan, investasi di pasar modal tidak bisa hanya didasarkan pada pergerakan harga jangka pendek, melainkan harus melalui kalkulasi yang rasional.

"Yang penting adalah edukasi, bahwa investasi pasar modal itu adalah investasi yang perlu dengan kalkulasi," ujarnya saat dijumpai di Menara Kadin, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Baca Juga:
Pengaturan Free Float 15 Persen Diyakini Bisa Tekan Aksi Saham Gorengan 

Anindya menegaskan, saham bukan sekadar instrumen yang harganya naik dan turun dalam waktu singkat. Lebih dari itu, saham merepresentasikan proyeksi kinerja dan pertumbuhan perusahaan di masa depan yang seharusnya dapat dianalisis dan diperhitungkan secara masuk akal.

Baca Juga:
Purbaya Siap Beri Insentif Investor Ritel Setelah Ada Tindakan Tegas Soal Saham Gorengan

"Karena kan secara teori saham itu adalah kasarnya, net present value daripada pertumbuhan suatu perusahaan, atau harga sekarang dari pertumbuhan masa depan. Ini tidak sekadar harga naik dan turun, tapi ini merupakan proyeksi masa depan, sehingga proyeksi itu bisa dihitung," katanya.

Selain edukasi, Anindya juga menyoroti pentingnya komunikasi yang terbuka dan transparan dari emiten. Menurutnya, perusahaan harus menjaga kualitas dan fundamental usahanya, terlepas dari tingginya permintaan pasar terhadap saham tertentu.

"Tapi memang ini yang paling penting komunikasi terbuka. Dan memang kita mesti jaga baik dari sisi supply-nya yaitu perusahaannya sendiri apapun demand-nya. Jangan juga demand-nya pun, supply-nya nanti tidak bisa terisi. Tapi jangan juga terbawa animo untuk semata-mata short term payment," kata Anindya.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Duel Skuad PSM Rp90 Miliar vs Semen Padang Rp68 Miliar: Tomas Trucha Optimis Hentikan Tren Buruk dan Raih Poin Penuh
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Sesko bawa MU cetak tiga kemenangan beruntun saat tekuk Fulham 3-2
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Dugaan Aniaya Penjual Es Gabus, Polisi: Suderajat Bilang Aipda Ikhwan Tak Memukul
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Harga Batu Bara Acuan Naik menjadi US$ 106 per Ton, Imbas Pemangkasan Produksi
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Terungkapnya Teka-teki Mayat Kakek di Gumuk Pasir, Bantul
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.