Rusia melancarkan serangan ke Ukraina timur. Serangan ini menewaskan seorang ayah dan anaknya.
Dilansir AFP, Senin (2/2/2026), serangan udara tersebut menghantam kota industri Oleksievo-Druzhkivka di wilayah Donetsk pada tengah malam.
"Seorang pria berusia 44 tahun dan putranya yang berusia 23 tahun tewas dalam serangan itu," kata polisi dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan sang ibu dan dua anak lainnya terluka.
Oleksievo-Druzhkivka memiliki populasi sekitar 7.000 jiwa sebelum perang dan terletak sekitar 15 kilometer (sembilan mil) dari garis depan. Polisi mengatakan keluarga itu telah melarikan diri dari wilayah Donetsk pada November lalu, yang menurut Kremlin merupakan bagian dari Rusia, tetapi mereka kembali satu bulan kemudian.
Polisi merilis gambar yang menunjukkan asap mengepul dari sisa-sisa rumah keluarga tersebut yang hangus. Rumah itu kini seperti tumpukan puing.
Pihak berwenang setempat, yang telah mendesak penduduk untuk mengungsi dari daerah garis depan, secara sporadis melaporkan tentang pengungsi yang kembali dan kemudian terbunuh.
Gubernur wilayah Vadym Filashkin menyampaikan belasungkawa melalui media sosial. Ia marah dengan keputusan sang orang tua yang membawa anak-anak mereka kembali ke garis depan.
"Saya juga marah, karena orang tua tersebut secara sadar membuat keputusan untuk meninggalkan wilayah yang jauh dari garis depan dan membawa anak-anak mereka kembali di bawah bombardir musuh," kata Filashkin.
(isa/idn)





