GenPI.co - Viral di media sosial video yang memperlihatkan perjuangan para siswa dan warga bertaruh nyawa menyeberang Sungai Kali Pasir di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur.
Mereka terpaksa menyeberangi Sungai Kali Pasir menggunakan perahu getek rapuh akibat jembatan penghubung yang mangkrak selama bertahun-tahun.
Dikutip dari akun Facebook Andre Angler Liar, Senin (2/2), jembatan ini terakhir dibangun pada 1960 silam.
Di lokasi penyeberangan Desa Tanjung Tirto, berdiri rangka jembatan beton.
Konon pembangunan jembatan penyeberangan ini terhenti sejak dua tahun lalu.
“Perahu ini enggak ada satu pun alat keselamatan untuk mereka. Coba pikir dari situ lah. Kalian ini bagaimana kerjanya apa?” protes suara yang ada di video.
Perekam video memprotes pemerintah daerah yang dianggap tidak bekerja dengan baik.
Kondisi ini memaksa anak-anak sekolah, guru, dan menempuh jarak sekitar 700 meter di atas air setiap hari.
Hal ini semakin berbahaya ketika menyeberang dalam kondisi hujan deras dan arus sungai deras.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengaku sudah berulang kali melakukan tinjauan ke lokasi ini.
Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar jembatan segera dibangun.
"Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran, saya juga sudah beberapa kali meninjau ke lokasi,” jelas dia.
Bupati menyebut Pemkab Lampung Timur telah mengajukan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu.
Namun, pembangunan tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.(*)
Video seru hari ini:


:strip_icc()/kly-media-production/medias/3561714/original/021232100_1630814604-20210905-Akhir-pekan-ganjil-genap-di-jakarta-tetap-berlaku-selama-PPKM-ANGGA-10.jpg)
